Breaking News:

Gempa di Donggala

Saat Video Call dengan Keluarga di Palu, Indah: Cuma Bisa Nangis, Bener-bener Enggak Ada Gambar

"Sampai malam itu listriknya mati, bahkan sampai sekarang, dan sampai sekarang belum ada kabar lagi dari keluarga di sana," ujar Indah.

Istimewa/dokumen pribadi
Indah Noer Fatimah (21) mahasiswa semester 5 Jurusan Manajemen di Ikopin, Jatinangor, Sumedang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Resi Siti Jubaedah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Indah Noer Fatimah (21), mahasiswa Ikopin asal Palu ini sempat melakukan video call dengan keluarganya sebelum dan sesaat terjadi gempa di Donggala dan Palu, Jumat (29/9/2018).

Indah mengaku ketika sedang video call bersama keluarganya, tiba-tiba sambungan video call terganggu dan gambar di ponselnya hilang.

"Kemarin itu, Indah lagi video call, pas kejadian itu (keluarga) tiba-tiba langsung pada lari-larian keluar, terus gambarnya (di ponsel) jadi enggak ada, cuma denger suara, ternyata itu gempanya memang kenceng banget," ujar Indah Noer saat dihubungi Tribun Jabar via ponselnya, Sabtu (29/9/2018).

Kejadian tersebut membuat ia merasa khawatir dan benar-benar panik. Pasalnya, koneksi video call sempat mati.

"Cuma bisa nangis soalnya bener-bener enggak ada gambar. Aku cuma denger suara terus tiba-tiba langsung mati gitu (koneks video call), enggak ada konek lagi," katanya.

Pemain Persib Bandung Turut Berduka atas Bencana Gempa di Donggala

BREAKING NEWS: Korban Tewas Gempa dan Tsunami Palu 384 Orang, di Donggala Belum Terdata

Setelah kejadian itu, Indah sempat masih melakukan video call lagi dengan keluarganya di Palu.

"Alhamdulillah, setelah itu sempet-sempet konek bentar tapi mati lagi dan sampai enggak bisa dihubungi nomornya," ujar Indah Noer Fatimah.

Dari hasil video call itu, Indah mengetahui tak terjadi kerusakan parah di rumahnya. "Paling cuma kaya barang-barang berjatuhan," kata dia.

Indah pun bersyukur karena rumahnya di Donggala Kodi, Kecamatan Ulujadi, tidak diterjang tsunami, lantaran ada di dataran tinggi.


Kecemasan Indah belum sepenuhnya reda karena belum ada kabar lagi dari keluarganya.

"Sampai malam itu listriknya mati, bahkan sampai sekarang, dan sampai sekarang belum ada kabar lagi dari keluarga di sana," ujar Indah.

Indah merasa sedih ketika, di media sosial, melihat keadaan-keadaan daerah lainnya yang terkena dampak gempa dan tsunami.

"Lihat keadaan-keadaan yang lain yang kerusakannya parah, sedih banget. Karena baru saja merayakan ulang tahun Kota Palu,  banyak banget kerabat yang lagi pada di sana. Infonya, korban sudah sekitar 380 lebih korban di sana yang belum dievakuasi karena alat-alat belum bisa masuk," ujar Indah.

Indah berharap keluarga dan kerabat lainnya baik-baik saja dan tidak ada korban yang bertambah lagi. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved