Selasa, 26 Mei 2026

D'Longser Jadi Cara Mengedukasi Masyarakat Soal Ragam Bahasa Sunda

Dalam kesenian longser yang digegasnya itu, di dalamnya mengandung unsur drama, komedi tarian dengan diiringi musik khas Sunda

Tayang:
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Machmud Mubarok
Tribunjabar/Hilman Kamaludin
D'Longser Roadshow West Java 2018 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Kesenian tradisional Drama Komedi Sunda Kontemporer, seperti Longser dinilai bisa memberikan edukasi terhadap masyarakat, khususnya untuk lebih mengenal terkait ragam Bahasa Sunda.

Pasalnya dalam Bahasa Sunda terdapat bahasa yang halus dan bahasa yang kasar, sehingga Kesenian tradisional Sunda Drama Komedi Kontemporer perlu untuk terus dilestarikan.

Hal tersebut diungkapkan Sutradara, Drama Komedi Sunda Kontemporer, Dede Syarif saat ditemui di acara D'Longser Roadshow West Java 2018 di Gedung Technopark, Jalan Baros, Kota Cimahi, Jumat (28/9/2018).

Dalam kesenian longser yang digegasnya itu, di dalamnya mengandung unsur drama, komedi tarian dengan diiringi musik khas Sunda dengan pemeran utamanya seniman Sunda, terkenal seperti Ki Daus, Ceu Popon dan Saep Copet Preman Pensiun.

"Untuk itu kita mengundang anak SMP dan SMA, karena kesenian ini ada nilai edukatif. Mereka bisa mengenal Bahasa Sunda yang begitu kaya seperti bahasa loma (halus) dan ada bahasa yang kasar," katanya.

Namun, lanjut Dede, Bahasa Sunda kasar yang terucap dalam drama tersebut, untuk menunjukkan dan memberikan pelajaran terkait ragam-ragam bahasa Sunda terhadap para siswa tersebut.

Dalam Drama itu, pihaknya melibatkan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) seni budaya se-Kota Cimahi dan Lembaga Kebudayaan Cimahi (Lekci), lantaran pada kurikulum saat ini ada pengembangan pendidikan karakter.

"Salah satunya mereka harus mengenal seni budaya yang asli seperti Drama Komedi Sunda Kontemporer karena para guru dan siswa masih banyak yang belum mengenal kesenian ini," katanya.

Drama Komedi Kontemporer itu, kata Dede, di antaranya kesenian longser untuk orang Sunda, di Jawa kesenian Ludruk dan kesenian Lenong di Ibu Kota Jakarta. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved