Minggu, 19 April 2026

Pilpres 2019

Mochtar Pabottingi Sebut 2019 Ganti Presiden Aksi Niat Makar

Diketahui, dalam wawancara di TV One, Mahfud MD mengatakan jika gerakan 2019 Ganti Presiden bukan merupakan makar.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Warta Kota/Henry Lopulalan
Topi #2019GantiPresiden di jual kepada orang di arena Car Free Day (CFD) di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu(29/5/2018). CFD yang bebas kegiatan politik di langgar dengan menjual baju, topi, asesoris dan spanduk #2019GantiPresiden. 

TRIBUNJABAR.ID - Purnabakti peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Mochtar Pabottingi memberikan komentar terkait pernyataan Mahfud MD.

Diketahui, dalam wawancara di TV One, Mahfud MD mengatakan jika gerakan 2019 Ganti Presiden bukan merupakan makar.

Netizen dengan akun @Port_Reform pun mentautkan nama Mochtar Pabottingi, yang pernah mengaitkan gerakan tersebut dengan istilah makar.

"[EKSKLUSIF] Prof. Mahfud MD: Tagar 2019 Ganti Presiden Bukan Makar https://youtu.be/SlnUucxOOMc via @YouTube

@NgabalinAli @MPabottingi @JimlyAs @Maruarar_Sirait @PDI_Perjuangan sebaiknya anda tonton penjelasan @mohmahfudmd," tulis netizen @Port_Reform, Kamis (6/9/2018).

Menanggapi hal tersebut, Mochtar membalas dengan menyangkal bahwa ia menyebut makar secara terang-terangan, melainkan niat makar.

"Baca kedua cuitan saya baik-baik! Di situ tertulis "niat makar", bukan "makar".

Terentang jarak pembeda antara keduanya.

Bagi saya niat makar itu terbetik pada rangkaian argumen menipu, bersifat "pokoke", dan rawan manuver liar dalam "Deklarasi#2019GantiPresiden". Ia MAHADUSTA!," jawab Mochtar.

Tweet Mochtar Pabottingi
Tweet Mochtar Pabottingi (Capture Twitter)

Diberitakan sebelumnya, Mochtar Pabottingi juga mengatakan gerakan itu termasuk niat makar karena memaksakan untuk ganti presiden di luar proses demokrasi.

Mochtar menganggap jika gerakan ini merupakan wacana politik yang terburuk setelah kemerdekaan.

"NIAT MAKAR, bagi saya, memang terbersit dalam #2019GantiPresiden!

Itu ingin memaksakan digantikannya seorang presiden di luar proses demokrasi sebagaimana mestinya.

Konyol dan pandir sekaligus, itulah wacana politik terburuk di sepanjang kemerdekaan!" tulis Mochtar.

Tweet Mochtar Pabottingi
Tweet Mochtar Pabottingi (Capture Twitter)

Sementara itu, Mahfud MD membantah jika gerakan #2019GantiPresiden merupakan gerakan makar.

"Kalau ada yang menyebutnya gerakan makar, itu sama sekali tidak benar. Makar itu diatur di dalam KUHP pasal 104 sampai 129, isinya secara garis besar ada tiga hal," jelas dia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved