Ada Retakan Sepanjang 100 Meter, 15 Rumah Terancam Ambles
Retakan tanah sepanjang 100 meter mengancam sekira 15 rumah warga yang berada di Kampung Cisomang Hilir RW 1 dan RW 2, Desa Tenjolaut, Kecamatan Cikal
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Theofilus Richard
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, CIKALONGWETAN - Retakan tanah sepanjang 100 meter mengancam sekira 15 rumah warga yang berada di Kampung Cisomang Hilir RW 1 dan RW 2, Desa Tenjolaut, Kecamatan Cikalongwetan.
Warga yang rumahnya mengalami retak pun merasa khawatir retakan tanah semakin membesar, mengingat hujan dalam beberapa hari terakhir terus turun setelah sekian lama kemarau melanda kawasan itu.
Kasi Trantribum Kecamatan Cikalongwetan, Pipin Irawan, menyebut peristiwa ini sudah dilaporkan dan diketahui pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial KBB, Polsek Cikalongwetan, serta Koramil.
"Kami tahu pada Kamis (30/8/2018) setelah pihaknya bersama unsur terkait semisal Satpol PP, Damkar, Tagana, dan petugas BPBD melakukan survei langsung ke lokasi. Hasilnya, memang ada retakan tanah yang menyebabkan 10 rumah kondisinya terancam dan 5 rumah sudah mengalami ambles," katanya, Selasa (4/9/2018).
Mengenal Habib Usman bin Yahya, Akui Nikahi Kartika Putri dan Satu Video dengan Habib Rizieq https://t.co/Tik5K1qO7y via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) September 4, 2018
• Pasar di Kota Bandung Masih Minim Tata Kelola Antisipasi Kebakaran
Adapun lima rumah yang kondisinya terkena retakan atau ambles, ialah milik Endang (59) di RT 5/2, Dodo Suherman (47), Nasir (53), Aji Supriatna (46), dan Enen (53) semuanya di RT 5/1.
Sementara, rumah warga yang terancam, di antaranya rumah milik Darto (29), Inah (69), Soni (34), Arum (70), Kusaeri (45), Rodi (66), Toto (67), Tasim (40), Ade (56), dan Udeng (55). Semuanya berada di RT 5 dan 3, RW 1.
Dari informasi yang diterima, hingga saat ini warga yang rumahnya rusak ataupun terancam belum ada yang mengungsi.
"Retakan jalan dan rumah akan mengakibatkan amblesnya tanah mencapai seluas satu hektare lebih, dengan diameter retakan antara 5 - 10 centimeter dan panjang hampir 100 meter antara satu rumah ke rumah yang lainnya. Kami coba antisipasi kemungkinan lebih buruk kepada keluarga terdampak, khususnya ketika turun hujan lebat sebaiknya mengungsi ke tempat yang aman," ujarnya.
Pipin meminta masyarakat selalu waspada, terutama bagi mereka yang berada di sekitar jalur retakan tanah yang dalam kondisi labil.
Staf Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD KBB, Ceceng Sukandi, mengatakan bahwa pergerakan tanah telah membuat warga menjadi khawatir.
Berdasarkan keterangan warga, beberapa tahun lalu retakan tanah sempat terjadi tetapi tidak separah sekarang, sehingga warga hanya menambal dan menutup retakan tanah tersebut.
• Sekelompok Warga Unjuk Rasa ke kantor BPN Kabupaten Cirebon, Ini Penyebabnya
• Menko Perekonomian Sebut Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Bagus, tapi Akui Kelemahan Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/retakan-tanah_20180904_152326.jpg)