GM Sudarta Pernah Diteror hingga Diserbu Dua Panser Gara-gara Kritik Pemerintah Lewat Komik

Hal yang dialaminya itu merupakan risiko karena berani mengkritik pemerintah.

Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi | Editor: Mas Kisdiantoro
Kompas.com/Priyombodo
Pembukaan pameran kartun bertajuk 40 Tahun Oom Pasikom karya kartunis GM Sudarta (kiri) dihadiri Butet Kartaredjasa yang memerankan tokoh Oom Pasikom, Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama, serta mantan Menteri Sekretaris Negara Moerdiono di Bentara Budaya Jakarta, Selasa (3/7/2007) malam. Pameran yang dibuka untuk umum ini akan berlangsung hingga 12 Juli mendatang. 

TRIBUNJABAR.ID - GM Sudarta meninggal pada Sabtu (30/6/2018) pukul 08.25 WIB.

GM Sudarta dikenal sebagai kartunis Oom Pasikom yang terbit di harian Kompas sejak 1967.

Pria asal Klaten, Jawa Tengah itu meninggal di usia 73 tahun.

Melansir dari Kompas.com, kabar meninggalnya GM Sudarta dibenarkan oleh Pemimpin Redaksi Harian Kompas Budiman Tanuredjo.

"Telah berpulang ke rumah Bapa, Bapak GM Sudarta, kartunis Kompas, pencipta tokoh Om Pasikom, hari Sabtu (30/6/2018) pukul 08.25 WIB. Jenazah dibawa ke Rumah Duka Sinar Kasih, Batu Tulis, Bogor," begitu informasi yang disampaikan redaksi Kompas.

Pameran Kartun GM Sudarta: 50 Tahun Kesaksian Oom Pasikom di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (9/5/2017) malam.
Pameran Kartun GM Sudarta: 50 Tahun Kesaksian Oom Pasikom di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (9/5/2017) malam. (Kompas.com/Andi Mutyya Keteng)

Saat Oom Pasikom menginjak umur 50 tahun, karya yang dihasilkan GM Sudarta mencapai 3.000 buah.

Melalui Oom Pasikom, GM Sudarta kerap menuangkan kritik terhadap pemerintahan Indonesia.

Ia sudah dikenal dan aktif membuat Oom Pasikom sejak awal Orde Baru.

Gubernur DI Yogyakarta Sultan HB X didampingi pencipta tokoh kartun Oom Pasikom GM Sudarta menyaksikan kartun Oom Pasikom yang dipamerkan dalam 40 Tahun Oom Pasikom di Bentara Budaya Yogyakarta, Jumat (3/8/2007). Pameran yang berlangsung hingga 10 Agustus ini menampilkan 140 karya kartun pada kurun waktu 1967 hingga 2007.
Gubernur DI Yogyakarta Sultan HB X didampingi pencipta tokoh kartun Oom Pasikom GM Sudarta menyaksikan kartun Oom Pasikom yang dipamerkan dalam 40 Tahun Oom Pasikom di Bentara Budaya Yogyakarta, Jumat (3/8/2007). Pameran yang berlangsung hingga 10 Agustus ini menampilkan 140 karya kartun pada kurun waktu 1967 hingga 2007. (Kompas.com/Wawan H Prabowo)

Meski gambar kartunnya berisi kritikan, GM Sudarta tetap mampu membuat penikmat komiknya terhibur.

Melansir dari Grid.Id, GM Sudarta pernah didatangi dua panser dan diteror.

Hal yang dialaminya itu merupakan risiko karena berani mengkritik pemerintah.

Baca: Oded dan Istri Kebanjiran Ucapan Selamat, Kesehatan Oded Belum Pulih 100 Persen

Baca: Persib Vs Persija Bakal Berlangsung Panas, Ini Foto-foto Tim Persib Naik Baracuda dan Dikawal Polisi

Baca: KPU Kabupaten Bandung Putuskan Tak Akan Gelar Pencoblosan Ulang

Namun, bukannya ciut GM Sudarta tetap melanjutkan membuat Oom Pasikom meski harus tetap berhati-hati.

Baginya, Oom Pasikom sudah menjadi bagian hidup.

GM Sudarta pernah mengatakan, kartunis memang harus bisa merasakan dan menjiwai kepahitan hidup agar kemudian bisa membuat karya sebagai reaksinya.

Pembukaan pameran kartun bertajuk 40 Tahun Oom Pasikom karya kartunis GM Sudarta (kiri) dihadiri Butet Kartaredjasa yang memerankan tokoh Oom Pasikom, Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama, serta mantan Menteri Sekretaris Negara Moerdiono di Bentara Budaya Jakarta, Selasa (3/7/2007) malam. Pameran yang dibuka untuk umum ini akan berlangsung hingga 12 Juli mendatang.
Pembukaan pameran kartun bertajuk 40 Tahun Oom Pasikom karya kartunis GM Sudarta (kiri) dihadiri Butet Kartaredjasa yang memerankan tokoh Oom Pasikom, Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama, serta mantan Menteri Sekretaris Negara Moerdiono di Bentara Budaya Jakarta, Selasa (3/7/2007) malam. Pameran yang dibuka untuk umum ini akan berlangsung hingga 12 Juli mendatang. (Kompas.com/Priyombodo)

"Saya sependapat dengan Jakob Oetama bahwa kartun tidak bisa melakukan revolusi. Tapi, kartun harus cerdas, tajam, dan bijak dalam memotret realitas hidup dan memberi penyadaran atau kritik yang baik,"
ujarnya

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved