Rabu, 22 April 2026

Ini Kendala Damkar Bandung Saat Padamkan Kebakaran, Mulai dari Hidran yang Kurang Hingga Kemacetan

Masih ada beberapa kendala yang dihadapi timnya saat akan memadamkan api kebakaran di wilayah Bandung.

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Seli Andina Miranti
Istimewa
Sebuah rumah dilalap si jago merah di Jalan Lodaya No 87, Kecamatan Lengkong berdekatan dengan Hotel Lodaya, Kota Bandung, Kamis (19/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DKPB) Kota Bandung, Ferdy Ligaswara, mengatakan, masih ada beberapa kendala yang dihadapi timnya saat akan memadamkan api kebakaran di wilayah Bandung.

Kendala pertama yang dihadapi DKPB, ujarnya, adalah banyaknya hidran yang tak berfungsi di Kota Bandung.

Untuk diketahui, hidran adalah suatu alat yang dilengkapi dengan slang (fire hose) dan mulut pancar (nozzle) untuk mengalirkan air bertekanan yang digunakan untuk keperluan pemadaman kebakaran.

"Berdasarkan data yang kami dapat, hidran di Kota Bandung itu jumlahnya ada sekitar 230-an. Sedangkan, yang berfungsi ada delapan, itu kebanyakan ada di titik tengah (Bandung tengah)," kata Ferdy saat ditemui Tribun Jabar di kantornya, Jl. Sukabumi Nomor 17, Kota Bandung, Selasa (5/6/2018).

Dikatakannya, banyak hidran yang tak berfungsi karena debit air yang kurang dan banyak material hidran yang dicuri.

Kendati demikian, Ferdy mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak PDAM.

"Hidran ini adalah titik prioritas bagi kami. Kami kan hanya pengguna hidran, bukan penyedia. Tapi kami sudah koordinasi dengan PDAM, dan PDAM sudah mengupayakan titik hidran baru," ujarnya.

Baca: Potensi Zakat dari ASN Kota Tasikmalaya Capai Angka Ini, Sayang Kesadaran Bersedekah Masih Kurang

Kemudian, kendala kedua yang dihadapi oleh DKPB saat akan memadamkan kebakaran adalah kemacetan lalu lintas.

Karena itu, dia mengimbau kepada pengguna jalan lain agar memberikan ruang dan kesempatan kepada unit DKPB yang sedang dalam perjalanan menuju lokasi kebakaran.

"Masyarakat pengguna jalan sebaiknya memberi kesempatan unit kami meluncur. Hitungan detik sangat berarti buat memadamkan kebakaran," ujar Ferdy.

Baca: Pihak Unjani Sudah Berkoordinasi dengan Polres Cimahi Terkait Perjokian

Terakhir, kendala yang harus dihadapi DKPB dalam memadamkan kebakaran, adalah karakteristik Kota Bandung yang terdapat banyak area padat penduduk.

Ferdy mengatakan, timnya kadang sulit masuk ke lokasi kebakaran yang berada di wilayah padat penduduk.

"Unit kadang sulit masuk lokasi. Gangnya juga sempit. Titik urai selang jadi sulit. Ditambah, masyarakat juga kadang berkerumun," ujarnya.

Baca: Kebakaran Meningkat dari Ramadan Tahun Kemarin, Kepala DKPB Berikan Imbauan Ini

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved