Indera Penciuman Anda Tiba-tiba Hilang? Waspada, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sebelumnya, ditemukan kehilangan indera penciuman ternyata berkaitan dengan penyakit alzheimer dan parkinson tahap dini.
TRIBUNJABAR.ID - Waspadalah ketika indera penciuman tak lagi tergoda wangi parfum ataupun sedapnya aroma makanan. Ada kemungkinan kita menderita penyakit serius.
Penelitian baru menemukan pria dan wanita yang kehilangan ketajaman indera penciuman lebih rentan enam kali untuk meninggal dalam lima tahun ke depan.
Ketidakmampuan mengidentifikasi ikan, mawar, kulit, jeruk, dan pepermint, lima aroma yang digunakan dalam penelitian, dapat memprediksi kematian dalam lima tahun.
Temuan ini memang aneh dan mengejutkan namun penciuman yang buruk menaikkan risiko kematian lebih dari penyakit medis termasuk kanker.
Peneliti dari Amerika Serikat mengatakan, memburuknya penciuman tak secara langsung menyebabkan kematian.
Berkurangnya penciuman itu merupakan peringatan dini atas sesuatu yang berjalan tak semestinya.
Mereka percaya bahwa uji penciuman sederhana bisa digunakan untuk mengidentifikasi lansia yang paling berisiko mengalami kematian dini.
"Dari semua indera manusia, penciuman termasuk paling diremehkan, sampai penciuman itu hilang," ujar Jayant Pinto, peneliti dari University of Chicago.
Baca: Heboh di Instagram, Kepsek SMP St Ursula Bandung : Kabar Ada Orang Mencurigakan Itu Tidak Benar
Baca: Fakta Unik! Pemain dan Klub Asal Prancis Punya Nasib Berbeda di Liga Europa
Para ahli dari Inggris memperingatkan masyarakat untuk tidak panik. Menurut mereka, diperlukan riset lebih jauh untuk mengonfirmasi kebenaran penelitian tersebut.
Riset yang pertama meneliti penciuman dan kematian ini melibatkan lebih dari 3.000 pria dan wanita usia 57 dan 58.
Mereka diminta menjalani tes penciuman tiga menit. Mereka diminta mencium wangi yang diberikan lewat peralatan yang mirip ujung pena dan diberikan empat jawaban yang mungkin.
Mereka menjalani tes ini selama lima kali. Wewangian yang diberikan diurutkan dari yang mudah ke sulit, pepermint, ikan, jeruk, mawar, dan kulit.
Sebagian besar pria dan wanita itu paling tidak menjawab empat pertanyaan dengan benar. Itu artinya, mereka memiliki penciuman normal. Hampir 20 persen hanya mengidentifikasi dua atau tiga. Ini menandakan sedikit berkurangnya penciuman.
Sekitar 3,5 persen hanya menjawab satu dengan benar atau salah semua. Mereka ini dikatakan menderita anosmic atau kehilangan penciuman sama sekali.
Lima tahun kemudian, 430 pria dan wanita itu meninggal. Mereka yang gagal dalam tes tersebut sekitar enam kali lebih berisiko meninggal dibandingkan mereka yang memiliki penciuman sehat.
Begitu kata penelitian yang dimuat di jurnal PLOS ONE. Penemuan tersebut sebagian bisa dijelaskan dengan usia, jenis kelamin, dan status sosial ekonomi.
Namun, ketika semua faktor itu diperhitungkan, mereka yang kehilangan indera penciuman berisiko lebih besar tiga kali untuk meninggal.
Bahkan kehilangan penciuman dengan level sedang bisa meningkatkan risiko kematian dini. Sebenarnya, tidak mampu mencium dengan benar memberikan peringatan dini akurat akan adanya kematian dini dibandingkan penyakit kanker atau gagal jantung. Hanya kerusakan hati parah yang sangat terkait dengan kematian dalam lima tahun ke depan.
"Menurut kami, kehilangan penciuman itu seperti burung kenari di tambang batu bara. Kehilangan penciuman tak secara langsung menyebabkan kematian, melainkan pertanda, petunjuk dini akan sesuatu yang salah di tubuh kita," kata Dr. Pinto.
Baca: Kisah Yadi Supriadi, Pembunuh Bayaran yang Akhirnya Total Berhijrah Setelah Mengaji di Majelis Tato
Satu kemungkinannya adalah kesehatan saraf penciuman yang membawa informasi bebauan dari hidung ke otak yang merupakan tanda kesehatan secara keseluruhan.
Kalau saraf itu menjadi tua, rusak, dan tak dapat memperbaiki dirinya sendiri, tubuh dan otak juga akan rusak.
Penjelasan yang mungkin lainnya adalah keberadaan infeksi, racun, dan polutan yang terhirup merusak indera penciuman sebelum merusak otak dan tubuh.
"Polusi bisa memengaruhi jantung, paru-paru, dan otak lalu menyebabkan terjadinya kematian dini," kata Pinto.
Nirmal Kumar, konsultan bedah kepala dan leher, mengatakan, hasil riset tersebut menarik, tetapi mempertanyakan keandalan tes bebauan yang digunakan.
Ia bisa memberikan 40 aroma berbeda untuk pasiennya, tak sekadar lima untuk mendeteksi apakah mereka kehilangan kemampuan untuk mengidentifikasi bebauan.
Sebelumnya, ditemukan kehilangan indera penciuman ternyata berkaitan dengan penyakit alzheimer dan parkinson tahap dini.
Terkadang ada kondisi tertentu yang menyebabkan keduanya hilang, dan mengatasi hilangnya penciuman dan pengecapan sebaiknya dilakukan segera.
Penyebab hilangnya penciuman dan pengecapan
Ada banyak penyebab di balik hilangnya penciuman dan pengecapan. Salah satu penyebab utama ialah penuaan, yang menyebabkan degenerasi sel-sel saraf yang mengontrol penciuman dan pengecapan.
Penyebab lainnya termasuk merokok berlebihan, kekurangan gizi, penyakit sistem saraf tertentu, terapi radiasi, demam, saluran hidung mampet, sinusitis, infeksi virus atau pernapasan atas dan penyakit gusi.
Kehilangan penciuman dan pengecapan dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap kualitas hidup, sering menyebabkan hilangnya nafsu makan dan gizi buruk karena makan jadi kurang menyenangkan. Hal ini dapat menyebabkan depresi dan banyak masalah kesehatan lain. Jika Anda menderita hilang pengecapan dan penciuman, cobalah beberapa pengobatan rumah sederhana untuk membantu memulihkan indra penting ini.
Berikut adalah 10 cara alami mengatasi hilangnya penciuman dan pengecapan.
Minyak Jarak Mengatasi Hilangnya Penciuman dan Pengecapan
Minyak jarak adalah salah satu pengobatan rumahan terbaik untuk mengatasi hilangnya penciuman dan pengecapan. Ia memiliki kandungan antimikroba, antioksidan dan anti-inflamasi, yang membantu menjaga kebersihan saluran hidung.
- Hangatkan sebagian minyak jarak di microwave selama beberapa detik.
- Masukkan 1 tetes minyak hangat di setiap lubang hidung.
- Lakukan ini dua kali sehari, pagi dan sebelum tidur.
- Ulangi sampai Anda mendapatkan kembali indera penciuman dan pengecapan Anda.
Bawang putih juga membantu mengembalikan indera penciuman dan pengecapan. Rempah ini membantu melancarkan hidung tersumbat dan membuka saluran hidung yang mampet, yang nantinya menguatkan kemampuan penciuman.
- Potong 2 atau 3 siung bawang putih.
- Taruh dalam 1 cangkir air dan didihkan selama 5 sampai 10 menit.
- Saring dan minum selagi masih hangat.
- Ulangi 2 atau 3 kali sehari.
Jahe adalah obat lain yang efektif untuk mengatasi hilangnya penciuman dan pengecapan. Rasa pedas dari jahe dapat meningkatkan kualitas sensorik makanan dan membuat makan menjadi lebih menyenangkan. Jahe juga mengaktifkan pengecap pada lidah dan merangsang selera.
- Kunyah potongan-potongan kecil jahe mentah secara berkala.
- Campur ½ sendok teh jahe cincang halus dan sejumput garam batu. Konsumsi 30 menit sebelum Anda makan setiap harinya selama beberapa minggu.
- Anda juga bisa minum 2 sampai 3 cangkir teh jahe setiap hari.
Menghirup uap dapat membantu mengembalikan kemampuan penciuman dan pengecapan, jika penyebabnya adalah hidung tersumbat.
Lembab uap hangat akan mengurangi peradangan dan membersihkan penyumbatan di bagian hidung.
- Rebus air dalam panci kecil.
- Tambahkan beberapa tetes peppermint atau minyak esensial eukaliptus ke dalam air.
- Tutupi kepala Anda dengan handuk dan hirup uap selama beberapa menit.
- Lakukan ini setidaknya 2 kali sehari.
Jika sinusitis, selesma atau infeksi pernapasan atas yang menyebabkan hilangnya penciuman dan pengecapan, cobalah cabai rawit. Komponen aktif capsaicin-nya membantu mengurangi hidung tersumbat. Cabai rawit juga merangsang produksi air liur yang meningkatkan selera.
- Campurkan 1 sendok teh cabai rawit dan madu, konsumsi beberapa kali sehari untuk menghilangkan lendir dan merangsang sekresi.
- Sertakan cabai rawit dalam masakan untuk membantu merangsang kelenjar ludah Anda. Anda juga dapat menggunakan lada hitam karena merangsang selera makan.
Bau jeruk dan rasa sari lemon dapat membantu memulihkan kemampuan penciuman dan pengecapan. Selain itu, sari lemon kaya akan vitamin C, antioksidan yang meningkatkan kekebalan tubuh untuk membantu melawan penyakit dan infeksi.
- Peras sari 1 jeruk lemon ke dalam segelas air hangat. Campurkan dalam 2 sendok teh madu mentah. Minum campuran hangat ini dua kali sehari.
- Makan seiris kecil lemon segar atau acar lemon di antara waktu makan untuk merangsang selera.
- Masukan beberapa tetes minyak esensial lemon pada saputangan dan endus di pagi dan sore hari selama beberapa detik pada satu waktu. Lakukan ini selama beberapa minggu.
- Pakailah juga sari lemon untuk menambah rasa makanan.
Meskipun cuka sari apel terasa kecut dan asam, ia bekerja sebagai stimulator pengecap lidah. Ia membantu membunuh bakteri di mulut untuk memulihkan indera penciuman dan pengecapan Anda. Cuka sari apel juga membantu mengobati infeksi sinus.
- Tambahkan 1 sendok makan cuka sari apel mentah tanpa disaring dan ¼ sendok teh baking soda ke ½ gelas air. Minum larutan ini 2 kali sehari.
- Atau, hanya tambahkan 1 sampai 2 sendok teh mentah cuka sari apel tanpa disaring dan sedikit madu ke segelas air dan minum sebelum makan 2 atau 3 kali sehari.
Berkumur minyak, praktek Ayurvedic kuno, dapat membantu memulihkan indera penciuman. Cara ini menjaga pengecapan pada lidah tetap lembab, yang membantu meningkatkan indera perasa. Ditambah, ia menolong menyingkirkan toksin dari mulut serta tubuh. Anda dapat berkumur minyak dengan minyak kelapa, wijen, atau minyak nabati lainnya.
- Masukan 1 sendok makan extra virgin coconut oil di mulut.
- Kumur minyak secara menyeluruh di mulut selama 10 sampai 15 menit.
- Ludahkan minyak dan bilas mulut Anda dengan air hangat.
- Terakhir, sikat gigi seperti biasa.
- Ikuti proses ini setiap hari di pagi hari sebelum memakan apapun.
Catatan: Jangan telan minyak.
Menurut Ayurveda, kayu manis dapat membantu mengatasi hilangnya penciuman dan pengecapan. Rasanya yang kuat dapat merangsang pengecap pada lidah, sementara bau manis meningkatkan kemampuan penciuman.
- Campurkan rata bubuk kayu manis dan madu dalam jumlah yang sama.
- Gosokkan campuran ini pada lidah Anda.
- Biarkan selama 10 menit, kemudian bilas mulut dengan air hangat.
- Ulangi dua kali sehari selama beberapa hari.
Defisiensi seng sering dikaitkan dengan hilangnya pengecapan dan penciuman. Oleh karena itu, makan makanan yang kaya seng atau mengambil suplemen seng dapat membantu menyelesaikan masalah dan mengatasi hilangnya penciuman dan pengecapan. Gejala defisiensi seng mencakup bintik-bintik putih atau kerut horisontal yang dalam pada kuku, rambut rontok dan pemulihan yang lambat. Jika Anda mendapati tanda-tanda ini, mintalah dokter untuk menguji kekurangan zat seng.
- Makan lebih banyak makanan kaya seng seperti tiram, kacang-kacangan, biji-bijian, gandum utuh, sereal sarapan yang diperkaya dan produk susu.
- Anda juga dapat mengkonsumsi suplemen seng setelah berkonsultasi dengan dokter.
Taruh segenggam daun kari tumbuk ke segelas air. Biarkan selama 30 menit, saring dan minum dua kali sehari.
- Tambahkan 1 sendok makan daun mint segar ke 1 cangkir air. Tutup dan rendam selama 30 menit, kemudian saring. Minum campuran ini dua kali sehari.
- Jika penyumbatan hidung karena pilek yang menyebabkan hilangnya bau, istirahat dan tidur yang cukup adalah obat terbaik.
- Jaga kebersihan mulut yang layak. Sikat dan flossing dua kali sehari, dan kumur mulut secara menyeluruh dengan air setelah makan.
- Mengambil semua tindakan yang memungkinkan untuk mengobati infeksi sinus.
- Tambahkan bumbu ke makanan Anda untuk membuatnya lebih lezat.
- Sertakan berbagai makanan setiap makan. Ini akan membantu Anda menikmati makanan.
- Berhenti merokok karena dapat merusak indera penciuman dan pengecapan secara permanen.
- Hindari makanan dan minuman yang sangat panas karena dapat merusak selera.
- Minum segelas air secara berkala untuk mencegah mulut kering yang dapat mempengaruhi indera perasa.
- Gunakan pengatur kelembaban udara untuk meningkatkan kelembaban di udara.
- Lakukan jalan cepat, 10 menit berjalan kaki atau berlari sebelum makan. Indra penciuman lebih kuat setelah berolahraga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/anosmia-anosmia-gangguan-kesehatan-penciuman_20180517_150052.jpg)