Kamis, 16 April 2026

Tribun Health

Hal yang Belum Anda Ketahui tentang Penyakit Lupus, Simak Penjelasannya

Lupus adalah satu di antara penyakit genetik, sehingga penyandang lupus (odapus) dapat. . .

Penulis: Theofilus Richard | Editor: Fauzie Pradita Abbas
asehat.wordpress.com
Ilustrasi daya tahan tubuh melemah 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Lupus adalah satu di antara penyakit genetik, sehingga penyandang lupus (odapus) dapat menularkan penyakit tersebut kepada anaknya.

Tetapi menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi Rumah Sakit Hasan Sadikin dr. Laniyati Hamijoyo, pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar.

“Bukan berarti orang tua penyandang lupus, anaknya kena lupus. Tapi dia (odapus) membawa resiko, sehingga orang tua penyandang lupus, kemungkinan menurunkan ke anaknya,” ujarnya ketika ditemui di sela acara peringatan Hari Lupus Sedunia 2018, Aula Barat ITB, Bandung, Minggu (6/5/2018).

Selain faktor keturunan, penyakit lupus juga bisa disebabkan faktor lingkungan.

Meski begitu, Laniyati Hamijoyo juga mengatakan bahwa anak dari orang tua yang odapus, memiliki kemungkinan lebih besar terjangkit lupus jika terkena zat tertentu, dibandingkan orang yang tidak memiliki faktor genetik.

Maka karena itu, pencegahannya harus melalui pola hidup sehat.

“Makan secara baik, tidak banyak pewarna, pengawet, olahraga cukup, tidur baik, dan berpikir positif, sangat membantu pencegahan,” ujarnya.

Laniyati mengatakan lupus adalah satu di antara penyakit yang sulit didiagnosa karena mirip dengan manifestasi penyakit lain.

Gejala penyakit lupus pun bermacam-macam dan berbeda pada setiap orang.

“Mulai dari rambut rontok, sariawan, butterfly rash, pasien mengeluh nyeri sendi. Kalau kena otak bisa sampai kejang, ginjal bocor sehingga kaki bengkak, bisa kena ke jantung, paru-paru, banyak gejalanya,” ujarnya.

Lani menyarankan agar masyarakat tidak meremehkan keluhan kesehatan sekecil apapun.

Karena belum ada obat penyembuhnya, orang odapus harus terapi untuk menjaga kondisi badannya bisa tetap beraktivitas.

“Prinsipnya penyakit ini harus dikendalikan, jadi ada beberapa obat yang digunakan pasien untuk mengontrol aktivitas penyakitnya. Silakan konsultasi ke dokter tergntung manifestasi penyakitnya,” ujarnya.

Sebagai informasi, penyakit lupus adalah satu di antara penyakit auto-imun.

Tubuh akan membentuk antibodi untuk menyerang diri sendiri.

Penyakit lupus juga dikenal sebagai penyakit seribu wajah.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved