Jumat, 10 April 2026

Pria Asal Belanda Ini Heran, Orang Indonesia Malah Tidak Menggeluti Silat

Sebelum mencintai pencak silat, Martin Markus awalnya adalah seorang petinju lokal

Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Martin Markus (51)?, warga Amsterdam, Belanda yang mencintai seni beladiri silat 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT- Martin Markus (51)‎, pria berkewarganegaraan Belanda yang mencintai silat sejak 1999 merasa heran banyak orang Indonesia tidak berminat pada bela diri tersebut.

Martin Markus mengaku pernah berbincang dengan orang Indonesia yang berada di Bogor dan bertanya kenapa tidak menggeluti beladiri silat.

"Orang itu waktu ditanya, lebih suka olahraga taekwondo," katanya kepada Tribun Jabar di gelaran Kasunda Internasional Silat Camp 2018, Masagi Gym, Kabupaten Garut, Rabu (25/4/2018).

Ia mengatakan, orang tersebut beralasan menggeluti silat adalah kampungan dan tidak mengikuti zaman.


"Padahal kami di Belanda sangat kagum dengan silat," katanya.

Ia mengatakan, di Indonesia itu terdapat banyak beladiri silat yang sangat bagus untuk dipelajari, karena menurutnya silat itu tidak hanya kekerasan saja, tetapi seni.

"Itu kan warisan budaya Indonesia," katanya.

Sebelum mencintai pencak silat, Martin Markus awalnya adalah seorang petinju lokal di daerah tersebut dari tahun 1980 hingga akhir 1998.

Baca: Kalapas Klas I Cirebon Bantah Ada Kasus Pengendalian Peredaran Narkoba oleh Napi

Baca: Soal Pendidikan Gratis, Ini Jawaban Ridwan Kamil, Anton Charliyan dan Dedi Mulyadi

Saat ia asyik menggeluti tinju, salah seorang rekannya di Belanda sana mengenalkan seni pencak silat asli dari Indonesia dan ada rekannya yang berada di Indonesia, yakni Cecep Arif Rahman.

Merasa tertarik dengan seni bela diri khas Indonesia, kemudian Martin Markus bertolak ke Indonesia untuk menemui Cecep yang saat itu tengah menyelesaikan studi di Kota Bogor.

Setelah bertemu Cecep, Martin diajarkan berbagai gerakan silat selama beberapa bulan lamanya.

Awal hanya sebatas tertarik‎, akan tetapi setelah dikenalkan pencak silat dari perguruan Panglipur, dirinya memutuskan berada di Indonesia lebih lama dari 2001 sampai 2002. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved