Keperawanan Wanita Bisa Dilihat dari Caranya Berjalan, Mitos atau Fakta?
Masalah keperawanan menjadi suatu hal yang sangat penting di Indonesia.
TRIBUNJABAR.ID - Masalah keperawanan menjadi suatu hal yang sangat penting di Indonesia.
Pasalnya, hal tersebut sangat berkaitan erat dengan kehormatan wanita yang belum menikah.
Masyarakat pun kerap mengaitkan cara jalan perempuan dengan status keperawanannya.
Konon, perempuan yang terlihat mengangkang saat berjalan berarti sudah tidak perawan.
Baca: Sekilas Bocah Ini Pakai Kaos Bergambar McD, tapi Sang Ibu Malah Malu Kemudian, Pornografi?
Hal tersebut dibantah oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Grace Valentine.
Pasalnya, cara berjalan tidak ada hubungan sama sekali dengan keperawanan seorang wanita.
Yang membentuk gaya berjalan seseorang adalah perkembangan fisik.
Grace berkata bahwa keperawanan dilihat dari hubungan intim perempuan tersebut.
Baca: Kawanan Monyet Mengerubuti Jenazah Pria Slovakia yang Tewas di Gunung Merbabu
Perempuan yang mulanya belum pernah berhubungan intim lantas melakukannya untuk yang pertama kali barulah dinyatakan telah hilang keperawanan.
Dokter Menjelaskan “Konsep yang dapat digunakan di sini adalah keperawanan hilang saat seseorang melakukan hubungan intim,” ujarnya.
Hubungan intim tersebut kerap menyebabkan selaput dara pada wanita menjadi robek. Himen atau selaput dara adalah lapisan tipis di dekat bukaan vagina.
Baca: 4 Serba-serbi Tingkah Unik Bobotoh Cantik, dari Cat Rambut Jadi Biru hingga Bertemu Jodoh
Membran ini bagian tengahnya bolong, sebagai jalan untuk haid keluar. Karena tipis, selaput dara cenderung mudah robek saat berhubungan seksual.