Jumat, 10 April 2026

Peneliti Kembangkan Sensor Gigi Berukuran Mini, Perangkat Ini Dapat Mencatat Asupan Nutrisi Anda

Peneliti dari Tufts University School of Engineering mengembangkan sebuah chip berukuran kecil yang dipasang di gigi.

Editor: Isal Mawardi
Istimewa
perangkat sensor mini yang dipasang di gigi 

TRIBUNJABAR.ID - Peneliti dari Tufts University School of Engineering mengembangkan sebuah chip berukuran kecil yang dipasang di gigi. Perangkat sensor ini digunakan untuk mengungkap kesehatan serta asupan nutrisi penggunanya.

Berkat perangkat ini, para tenaga medis terbantu dalam mengetahui kondisi tubuh manusia yang sebenarnya dan dapat menemukan hubungan asupan yang dikonsumsi dan kesehatan.

Temuan ini merupakan hasil pembaharuan alat sensor yang sudah ada sebelumnya.

Kini, alat sensor lebih bisa dipasang pada kondisi gigi apapun, termasuk yang berantakan dan yang menggunakan kawat. Gigi juga tidak perlu dipakaikan pelindung saat menggunakan alat ini.

Keunggulan lain dari perangkat sensor terbaru ini adalah ukurannya yang mini, hanya empat milimeter persegi. Sensornya pun telah ditingkatkan sehingga tidak mudah terdegradasari, lain dengan alat terdahulu.

Baca: Saking Paniknya, Pemuda Ini Telan Bungkusan Sabu dan Gigit Jari Polisi ketika Ada Razia

Cara kerja perangkat ini dalam mengungkap kesehatan manusia adalah melalui jaringan nirkabel. Ketika ada makanan yang baru disantap oleh manusia, sensor akan bereaksi.

Informasi dari sensor tersebut nantinya bisa terbaca lewat telepon pintar atau perangkat digital lain yang terhubung dengan sensor ini.

Sensor ini sendiri tersusun atas tiga lapisan, yaitu sebuah lapisan pusat bioresponsif yang berperan mengenali nutrisi atau bahan kimia lain dan dua lapisan luar dengan cincin emas berbentuk persegi. Ketiganya berfungsi sebagai antena kecil.

Jenis senyawa yang bisa dideteksi lapisan bioresponsif misalnya garam atau etanol. Senyawa ini nantinya akan menentukan spektrum dan intensitas gelombang frekuensi radio yang dipancarkan sensor.

Baca: Pasang Gigi Tiga Saat Menuruni Tanjakan Emen, Minibus Oleng dan Terguling

Kelebihan lain dari alat ini adalah tidak memerlukan pengisisian daya. Pasalnya, perangkat ini memanfaatkan sinyal frekuensi radio di sekeliling.

Pengembangan perangkat sensor ini telah dijajal pada orang yang baru meminum alkohol, orang yang baru saja makan sup, dan orang yang berkumur dengan obat kumur.

Hasilnya, sensor berhasil mengetahui makanan apa yang baru saja dikunyah dan zat apa yang diserap tubuh.

Ke depannya, perangkat sensor ini akan terus dimutakhirkan agar mampu mendeteksi bahan kimia lain, kata para peneliti, Prof. Frank C Doble dan Fiorenzo Omenetto.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved