Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Kasus Penusukan Mahasiswa Telkom University

Kasatreskrim Polres Bandung, AKP Firman Taufik melalui Kepala Urusan Bina Operasi (KBO) Satreskrim Bandung. . .

Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Kasus Penusukan Mahasiswa Telkom University
ISTIMEWA
Alexander Sihombing (22) mahasiswa Fakultas Elektro Telkom University yang diduga tewas setelah ditusuk di bagian dada sebelah kiri di Jalan Radio, Kampung/Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Minggu (11/3/2018) dini hari. Ale sapaan akrabnya dikenal sangat baik dan supel bahkan sangat sopan di lingkungannya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi terkait peristiwa penusukan mahasiswa Telkom University.

6 orang saksi diperiksa pihak kepolisian di Mapolres Bandung.

Kasatreskrim Polres Bandung, AKP Firman Taufik melalui Kepala Urusan Bina Operasi (KBO) Satreskrim Bandung, Fitran Romajimah, mengatakan, pihaknya telah melakukan otopsi dan memang benar ada luka tusuk di bagian dada sebelah kiri.

"Untuk motif masih kami dalami karena memang saksi yang menyaksikan langsung tidak ada. Tapi kami akan melalukan pengembangan dari bukti-bukti yang ada di sekitar TKP dan dari saksi-saksi yang mengetahui baik langsung maupun tidak langsung," tuturnya di Mako Polres Bandung, Senin (12/3).

Terkait informasi yang berkembang, korban sebelumnya diduga hendak melakukan COD (cash on delivery) dengan seseorang yang diduga pembeli HP.

Sebelumnya korban sempat memposting unit HP di akun media sosial pribadinya.

"Banyak info yang masuk ke kita, untuk itu (COD) ada kemungkinan tapi itu baru informasi. Kita perlu memastikan, sementara masih kita lakukan penyelidikan. Sebelumnya yang bersangkutan hendak memposting unit HP di facebook pribadinya tapi postingan tersebut sudah hilang," katanya.

Pihak kepolisian mengamankan beberapa barang bukti yang ada di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Di antaranya satu unit sepeda motor milik korban serta baju yang telah berlumuran darah.

Fitran menambahkan untuk TKP penusukan sendiri berbeda dengan tempat ditemukannya tubuh korban.

"Berbeda (TKP penusukan) karena ada titik darah di dua tempat jadi kemungkinan ada dua TKP. Pelaku diperkirakan lebih dari dua orang," ujarnya.

Jika melihat kondisi sekitar TKP, Fitran menuturkan, lokasi tersebut termasuk daerah rawan kejahatan karena memang tidak ada penerangan.

Sejauh ini berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga setempat kata Fitran, di daerah tersebut sudah terjadi beberapa kali pencurian dan kekerasan. 

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved