Kamis, 14 Mei 2026

Hari Musik Nasional: Jasa Abadi Wage Rudolf Supratman untuk Indonesia

Ppada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ditetapkan bahwa tanggal 9 Maret sebagai hari musik nasional.

Tayang:
Penulis: Isal Mawardi | Editor: Isal Mawardi
Intisari
Supratman 

TRIBUNJABAR.ID - Musik bukan hanya sangat berarti bagi para musisi, melainkan juga masyarakat luas.

Tanpa musik, segala aktivitas yang kita jalani akan terasa membosankan dan menjenuhkan.

Musik bagaikan candu yang sulit sekali untuk lepas darinya. Lantunan gitar, dentuman drum, dan menggemanya alat-alat musik tradisional maupun modern dapat membuat gendang telinga kita terasa nyaman.

Untuk mengapresiasi keindahan musik tersebut, melalui Keputusan Presiden nomor 10 tahun 2013 pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ditetapkan bahwa tanggal 9 Maret sebagai hari musik nasional.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan kepada wartawan sebelum memberikan pelaporan ke Bareskrim Polri di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa (6/2/2018). Presiden keenam RI tersebut membuat pelaporan ke Bareskrim Polri untuk melaporkan Pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya terkait pencemaran nama baik dalam sidang lanjutan kasus KTP elektronik.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan kepada wartawan sebelum memberikan pelaporan ke Bareskrim Polri di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa (6/2/2018). Presiden keenam RI tersebut membuat pelaporan ke Bareskrim Polri untuk melaporkan Pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya terkait pencemaran nama baik dalam sidang lanjutan kasus KTP elektronik. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Musisi senior, Tantowi Yahya mengatakan bahwa adanya Hari Musik Nasional ini merupakan suatu penghargaan bagi para musisi Indonesia yang telah malang melintang di industri musik nasional maupun internasional.

Meski kerap tidak diperhitungkan, namun faktanya Musisi lokal dinilai mampu menggerakan ekonomi Indonesia secara intens.

Penyanyi Raisa menggelar konser tunggal yang bertajuk Magnum Presents: Raisa Live in Concert di Istora Senayan, Minggu (24/5/2015). Konser itu merupakan bagian dari perayaan lima tahun perjalanan Raisa di industri musik Indonesia.
Penyanyi Raisa menggelar konser tunggal yang bertajuk Magnum Presents: Raisa Live in Concert di Istora Senayan, Minggu (24/5/2015). Konser itu merupakan bagian dari perayaan lima tahun perjalanan Raisa di industri musik Indonesia. (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Kenapa Harus 9 Maret?

Tanggal 9 Maret dipilih seabagai Hari Musik Nasional karena pada tanggal tersebut diyakini salah satu pahlawan yang berjasa dan mempengaruhi musik-musik nasional lahir.

Tidak lain, ia adalah Wage Rudolf Supratman.

WR Supratman adalah orang yang berjasa menciptakan lagu nasional 'Indonesia Raya' pada tahun 1924 dan sampai saat ini lagunya masih eksis dipergunakan oleh seluruh elemen masyarakat Indonesia saat upacara hingga event-event kenegaraan lainya.

Baca: Ke Mana ya Gubernur Jawa Barat Hari Ini? Cek di Sini Agendanya

Baca: Layanan SIM Keliling Polres Cimahi, Jumat 9 Maret 2018

Baca: Layanan SIM Keliling Polres Bandung, Jumat 9 Maret 2018

Sebenarnya, perdebatan mengenai tanggal kelahiran WR Supratman pun belum juga usai hingga saat ini.

Terdapat dua versi yang mengatakan bahwa WR Supratman lahir pada tanggal 9 Maret 1903 dan ada juga yang mengatakan WR Supratman lahir pada tanggal 19 Maret 1903.

Supratman lahir dari pasangan Joemeno dan Siti Senen. Ketika ia berumur 9 tahun, ibunya meninggal dunia dan ayahnya menikah lagi.

Kemudian Supratman diasuh oleh kakak tertuanya bernama Roekijem, yang mana merupakan istri dari seorang lelaki indo-Belanda, Willem van Eldik.

Dari Willem lah, Supratman belajar musik dan ia mulai menyukai memainkan alat musik biola.

Suatu saat, Supratman membaca sebuah artikel di salah satu majalah yang eksis pada saat itu. Dalam artikel tersebut, penulis menantang para musisi-musisi Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan.

Supratman merasa tertantang dan terciptalah lagu Indonesia Raya. Siapa sangka, saat itu umurnya baru berusia 21 tahun.

Warga Pulau Salura, Kecamatan Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang berbatasan dengan Negara Australia, saat menggelar upacara bendera untuk pertama kalinya di wilayah mereka.
Warga Pulau Salura, Kecamatan Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang berbatasan dengan Negara Australia, saat menggelar upacara bendera untuk pertama kalinya di wilayah mereka. (Dokumen Ignas)

Lagu 'Indonesia Raya' pertama kali berkumandang di Jakarta saat berlangsungnya Kongres Sumpah Pemuda II pada tanggal 28 Oktober 1928.

Sejak saat itu, lagu 'Indonesia Raya' hampir selalu dikumandangkan saat adanya event-event kenegaraan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved