Selasa, 19 Mei 2026

Ini Alasan Pasutri dari Bandung Bawa Anak saat Layani Threesome: Ingin Cari Sensasi Lain

Kelakuan dua pasangan suami istri asal Bandung, Jawa Barat (Jabar), Dudang Sudiana (32) dan Pt (26) sudah keterlaluan.

Tayang:
Editor: Ravianto
SURYA/FATKHUL ALAMY
Polisi menggelandang Dudang Sudiana, pelaku tindak pidana trafficking yang melayani seks threesome di gedung Satreskrim Polrestabes Surabaya, Selasa (20/2/2018). 

TRIBUNJABAR.ID, SURABAYA - Kelakuan dua pasangan suami istri asal Bandung, Jawa Barat (Jabar), Dudang Sudiana (32) dan Pt (26) sudah keterlaluan.

Keduanya mengajak kedua anaknya yang masih berumur 10 tahun dan 5 tahun saat melayani hubungan seks bertiga (threesome) pria hidung belang di sebuah kamar hotel di wilayah Surabaya Selatan.

Sudiana dan Pt serta pria hidung belang yang memesannya ini digerebek Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreksrim Polrestabes Surabaya di sebuah hotel di Surabaya Selatan, Kamis (15/2/2018) malam lalu.

Setiba di Kota Pahlawan, keduanya mengunggah foto dan status bisa memberi layanan hubungan badan di masing-masing akun media sosial (Medsos) facebook (FB).

“Di akun facebook, pelaku menawarkan istrinya bisa memberi layanan hubungan badan. Baik memberi layanan satu pasangan, tukar pasangan hingga thresoome (main bertiga),” sebut Kanit PPA Polrestabeds Surabaya, AKP Ruth Yeni didampingi Kasubbag Humas Kompol Lily Djafar di gedung Satreskrim Polrestabes Surabaya, Selasa (20/2/2018).

Baca: Penuturan Saksi Mata Pelakor Dihujani Uang, Kronologi Lengkap Sejak dari Penjemputan

Baca: Muchlis Hadi Mengaku Sudah Paham Gaya Main Pemain Persib Bandung

Polisi menggelandang Dudang Sudiana, pelaku tindak pidana trafficking yang melayani seks thresome di gedung Satreskrim Polrestabes Surabaya, Selasa (20/2/2018).
Polisi menggelandang Dudang Sudiana, pelaku tindak pidana trafficking yang melayani seks thresome di gedung Satreskrim Polrestabes Surabaya, Selasa (20/2/2018). (SURYA/FATKHUL ALAMY)

Penawaran melalui FB tersebut, kata Ruth, akhirnya diminati salah satu pria hidung belang di Surabaya dan meminta dilayani threesome.

Setelah sepakat, sang hidung belang itu pun meuju hotel tempat menginap Sudana dan Pt.

“Saat berada di kamar, kami gerebek tiga orang yang sepakat melakukan threesome,” tutur Rith.

Selain menemukan tiga pasangan yang sedang ‘bermain’ seks, petugs Unit PPA juga menemukan dua bocah yang masih kecil.

Kedua bocah itu ternyata merupakan anak kandung dari Sudiana dan Pt.

Pasutri itu menyewa dua kamar dan sengaja datang ke Surabaya guna memberi layanan hubungan badan.

Dari pemeriksaan yangs udah dilakukan, mereka bukan kali ini saja memberi layanan seks kepada pria hidung belang.

Mereka berdua sudah menekuni pekerjaan eseks-eseks sejak 2016 lalu.

“Memang pekerjaanya gituan (memberi layanan seks),” cetus Ruth.

Selain mengamankan Sudiana, petugas juga mengamankan bill hotel, kunci kamar (ID Card), uang tunai Rp 300 ribu dan satu handphone.

Atas tindakan yang dilakukan pelaku, polisi menjeratnya dengan pasal 269 atau pasal 506 KUHP tentang tindak pindana perdagangan orang (TPPO) atau trafficking.

Sudiana mengaku mereka melayani segala macam permainan seks.

“Awalnya saya pasang tarif Rp 5 juta sekali main, itu terserah jenis layanananya. Mau main satu pasangan, saling tukar pasangan atau bertiga,” tutur Sudiana di gedung Satreskrim Polrestabes Surabaya, Selasa (20/2/2018).

Pria beranak dua ini mengungkapkan, dirinya dan sang istri datang dari Bandung ke Surabaya memang bertujuan prostitusi.

Memanfaatkan FB, mereka berdua menjaring pria hidung belang di Kota Pahlawan ini guna berhubungan badan.

Baca: Ribuan Polisi Berjaga Sejak Semalam, Antisipasi Kedatangan Rizieq Syihab

Baca: Via Vallen Unggah Video Keindahan Kawah Putih, Netizen Langsung Bereaksi

Baca: Di Mana Sergio van Dijk Bermain? Ini Klub-klub Eks Pemain Persib Bandung 2017

Saat di Surabaya, lanjut Sudiana, dia baru mendapat satu tamu hidung belang.

Dari penawaran Rp 5 juta, akhirnya disepakati Rp 2 juta dan sang pria hidung belang menginginkan layanan threesome.

“Akhirnya ditawar dan disepakati Rp 2 juta sekali kencan, dan sepakat bertemu di hotel,” aku Sudiana.

Dia mengaku, rela terjun di dunia prostitusi bersama istrinya tak semata lantaran kebutuhan uang.

Dirinya mendapatkan sensasi dari jasa yang dilakukan bersama istrinya.

“Saya ingin mendapatkan sensasi dari hubungan seks lainnya,” ungkapnya.

Saat ditanya mengapa membawa anaknya, Sudana beralasan di rumah asalnya tidak ada orang.

Sehingga setiap keluar Bandung, kedua anaknya selalu diajaknya.

“Saya tidak hanya di Surabaya melakukan ini (prostitusi), di kota lain juga,” jelasnya.

Sudiana dan istrinya digerebek saat berada bersama pria hidung belang yang memesannya di sebuah hotel si Surabaya Selatan.

Selain menemukan tiga orang itu, petiugas PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya juga menjumpai dua anak Sudiana dan Pt di satu hotel tempat penggerebekan.(*)

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved