Impian Mutia Rahmi Ubah Stigma Pustakawan di Masyarakat
Pustakawan itu tidak hanya sekadar diam dan menjaga perpustakaan, tetapi ada keahlian-keahlian khusus yang dipelajari oleh pustakawan.
Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi | Editor: Yudha Maulana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fidya Alifa
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebagai lulusan Jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Mutia Rahmi (24) mempunyai impian untuk mengubah stigma pustakawan yang tumbuh di masyarakat.
Pustakawan itu tidak hanya sekadar diam dan menjaga perpustakaan, tetapi ada keahlian-keahlian khusus yang dipelajari oleh pustakawan.
Rasa kecintaan Mutia kepada dunia membaca dan keperpustakaan tumbuh saat SD.
Ketika itu, ia mengikuti Pekan Anak Gemar Membaca di Pontianak dan menjuarai lomba mengarang.
Setiap Sabtu, saat sekolah libur, perempuan yang lahir di Pontianak ini dan ayahnya mengunjungi perpustakaan daerah. Kebiasaan inilah yang membuat Mutia tumbuh menjadi anak yang tidak alergi dengan buku.
Baca: Ini Besaran Dana Awal Kampanye 4 Pasang Cagub - Cawagub Jabar, RINDU Tertinggi
Saat ini, Mutia bekerja sebagai Kepala Perpustakaan di Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Indonesia, Jalan Sari Asih, Sarijadi, Bandung.
"Masih ada yang mengelola perpustakaan itu tidak dibekali ilmu perpustakaan, padahal tugas pustakawan bukan hanya menjaga perpustakaan. Ada program-program dan penelitian sampai akhirnya melahirkan inovasi untuk pelayanan yang lebih baik," ujar Mutia di STIMLOG, Rabu (14/2/2018).
Menjadi kepala perpustakaan ini STIMLOG, perempuan berkerudung ini merasakan tantangan tersendiri.
Mutia turut mengembangkan perpustakaan yang awalnya tidak memiliki rak untuk menyimpan buku, menjadi perpustakaan yang menerapkan sistem peminjaman buku menggunakan barcode .
Baca: Persib Bandung Kembali Rencanakan Uji Coba, Termasuk Menghadapi Peserta Liga 1
Dari sekian banyak lapangan pekerjaan yang ada, Mutia memilih untuk menjadi pustakawan di STIMLOG.
"Ini tantangan bagi saya. Ini membangun dari nol sampai berjalan seperti ini, apalagi saya fresh graduate saat pertama kali melamar pekerjaan di sini. Ini entah jadi prestasi atau enggak tapi saya merasa ini prestasi buat saya," katanya.
Seorang pustakawan juga memerlukan keahlian public relation library, yaitu harus bisa menjalin hubungan antar lembaga atau perpustakaan lainnya.
Selain itu, pustakawan juga harus dapat dipercaya untuk menjalankan layanan referensi, yakni membantu kalangan akademisi yang mencari jurnal atau hasil penelitian menggunakan kata kunci sehingga memudahkan mereka.
Alasan Mutia menjadi Kepala Perpustakaan STIMLOG adalah ingin menghasilkan karya setelah lulus kuliah.
"Kalau taman bacaan masyarakat bukan dari lembaga resmi. Yang ini resmi dan karya saya abadi karena merintis sistem. Kalaupun saya sudah enggak di sini lagi, masih ada karya saya," ujarnya.
Mutia juga selalu melaporkan kegiatan yang ia lakukan di perpustakaan kepada atasannya agar memahami tugas pustakawan itu ternyata banyak.
Tentunya sebagai pustakawan, Mutia juga ikut belajar mengenai buku yang ada di perpustakaan.
Baca: Ini Imbauan Disbudpora Kabupaten Cirebon Bagi Warga Tionghoa yang Merayakan Imlek Esok Hari
"Jadi lebih spesifik mempelajari mengenai logistik, bisnis, dan transportasi," katanya.
Mutia berbeda dengan pustakawan yang selalu memarahi pengunjung yang berisik. Ia senang bila pengunjungnya berdiskusi mengenai buku yang telah dibaca.
Selama diskusi tidak menganggu pengunjung lainnya, Mutia tidak akan melarang
Bekerja perpustakaan ini juga menjadi pengalaman bagi Mutia bagaimana membangun perpustakaan atau taman membaca.
Baca: Kabar Baik! Saluran PDAM Bakal Dibangun di Bandung Selatan dan Timur
Mutia yang bekerja sama dengan Komunitas Resonansi berencana membuka taman bacaan masyarakat di Sukamiskin.
Pembukaan taman bacaan masyarakat ini merupakan program literasi yang menjadi impian Mutia.
"Program literasi ada macam-macam seperti mendongeng, memvisualkan isi buku, yang terpenting mendekatkan masyarakat ke sumber informasi terutama buku, dan menumbuhkan budaya gemar membaca," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/mutia-rahmi-pustakawan-stimlog_20180215_200506.jpg)