TribunJabar/

Imlek 2018

Ini Imbauan Disbudpora Kabupaten Cirebon Bagi Warga Tionghoa yang Merayakan Imlek Esok Hari

Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Cirebon, mencatat ada dua golongan warga Tionghoa di Kabupaten Cirebon

Ini Imbauan Disbudpora Kabupaten Cirebon Bagi Warga Tionghoa yang Merayakan Imlek Esok Hari
TRIBUN JABAR/SITI MASITHOH
Sekretaris Disbudparpora, Raden Chaidir Susilaningrat, saat ditemui di Gedung PGRI Kabupaten Cirebon, Kamis (15/2/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Cirebon, mencatat ada dua golongan warga Tionghoa di Cirebon.

Pertama, Tionghoa yang sudah turun temurun. Umat Tionghoa ini sudah ada di Cirebon sejak abad 14 Masehi.

Umat Tionghoa ini ada di beberapa tempat di Cirebon, di antaranya di Lemahwungkuk, Kanoman.

"Mereka adalah yang nenek moyangnya sejak lama tinggal di Cirebon, mereka merupakan asli Cirebon," ujar Sekretaris Disbudparpora, Raden Chaidir Susilaningrat, saat ditemui di Gedung PGRI Kabupaten Cirebon, Kamis (15/2/2018) pagi.

Baca: Mobil BMW Terbakar di Buahbatu Kota Bandung, Tim Damkar Langsung Datangi Lokasi

Kedua, Tionghoa pendatang. Umat Tionghoa ini merupakan pendatang dari berbagai daerah yang tersebar di Cirebon.

Chaidir mengatakan, Cirebon mempunyai kebudayaan yang luar biasa.

Nama Cirebon menggambarkan keberagaman. Cirebon berasal dari bahas kuno caruban yang artinya keberagaman.
Bagi warga Cirebon yang besok, Jumat (16/2/2018) merayakan imlek, Disbudparpora menghimbau agar umat Tionghoa menjadi orang Cirebon yang lebih mengembangkan keberagaman.

"Saya menghimbau jadilah warga Cirebon. Warga Cirebon itu terbuka terhadap segala sesuatu," kata Chaidie.

"Kalau kita bisa terus mengembangkan keberagaman, maka kita akan semakin damai dan sejahtera," tambahnya.

Himbauan untuk masyarakat secara umum, agar lebih mencintai daerah tempat tinggal sendiri.

"Sebelum ada NKRI, masyarakat Cirebon sudah mendeklarasikan dirinya sebagai Caruban yang artinya keberagaman," kata Chaidir kepada Tribun Jabar. (*)

Penulis: Siti Masithoh
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help