Imlek 2018
Bukan Saat Imlek, Kelenteng Hok Keng Tong Didatangi Jemaah Hanya pada Momen Tertentu
Di kompleks Kelenteng Hok Keng Tong ada dua bangunan utama. Di dekat gerbang masuk kelenteng terdapat sebuah pagoda kecil.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Gedung bergerbang merah di Jalan Pasar Kue, Desa Panembahan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, itu tampak sepi, Kamis (15/2/2018).
Hanya ada tiga orang yang tengah memasang tirai di pintu besar setinggi kira-kira 3 meter.
Seorang pria berkaus merah berada di atas tangga yang dipegang oleh seorang wanita berkaus kuning.
Sementara pria lainnya yang mengenakan kaus ungu tampak mengawasi keduanya.
Tak terlihat aktivitas apapun di bangunan yang didominasi warna merah itu.
Mengenal Ritual Perayaan Imlek 2569 di Tahun Shio Anjing, Dimulai dari Menyalakan Lilin https://t.co/UivtolFsk7 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) February 15, 2018
"Di sini kalau Imlek sepi, karena rata-rata jemaahnya mudik," ujar Oyan Sugiono, penjaga Kelenteng Hok Keng Tong, kepada Tribun Jabar, Kamis (15/2/2018).
Kelenteng Hok Keng Tong diklaim sebagai kelenteng tertua di Pulau Jawa.
Usianya yang mencapai 629 tahun rupanya tak sebanding dengan jumlah jemaahnya.
Menurut Oyan, setiap harinya jarang sekali ada jemaah yang beribadah ke kelenteng itu.
Baca: Awas! Perusuh saat Pilkada Serentak Bakal Ditembak di Tempat
Bahkan, dalam kurun satu bulan jumlah jemaah yang datang dapat dihitung dengan jari.
Kelenteng yang dibangun pada 1389 itu hanya didatangi jemaah pada momen tertentu.
Misalnya, saat ulang tahun dewa yang jatuh pada satu bulan setelah perayaan Imlek.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kelenteng-hok-keng-tong_20180215_193742.jpg)