Apakah Gerhana Bulan Dapat Memicu Gempa Bumi? Ini Kata Ahlinya!
"Gempa bumi itu sangat dipengaruhi oleh zona tumbukannya. Di mana tumbukan itu mekanismenya dari inti bumi...,"
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Isal Mawardi
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Fenomena gerhana bulan total (GBT) yang terjadi pada Rabu (31/1/2018) malam banyak dihubung-hubungkan dengan terjadinya fenomena lain yang kebenarannya belum terbukti.
Bahkan, sejumlah pihak ada yang menghubung-hubungkan gerhana bulan sebagai pemicu gempa bumi.
Apakah benar demikian?
Direktur Utama Planet Sains dan Planet Sabuga, Ir Hari Utomo, mengatakan hal tersebut sebagai sesuatu yang tidak beralasan.
Baca: Meski Terhalang Awan, Ratusan Siswa di Purwakarta Berebut Teleskop untuk Melihat Gerhana Bulan
"Saya orang geologi. Sepengetahuan kami itu tidak (benar). Artinya itu tidak beralasan," ujarnya saat ditemui Tribun Jabar di even Observasi Gerhana Bulan Total (GBT), Sabuga ITB, Kota Bandung, Rabu (31/1/2018) malam.
Gempa bumi, sambungnya, dipengaruhi oleh zona tumbukan.
"Gempa bumi itu sangat dipengaruhi oleh zona tumbukannya. Di mana tumbukan itu mekanismenya dari inti bumi. Sampai sekarang (gerhana bulan memicu gempa bumi itu) tidak terbukti," katanya.
Dikonfirmasi secara terpisah melalui pesan instan WhatsApp, BMKG Bandung melalui prakirawannya, Yuni Yulianti juga mengatakan hal yang senada.
"Sampai saat in belum ada penelitian ke arah sana," ujarnya kepada Tribun Jabar, Rabu (31/1/2018).
Namun, dia tak memungkiri memang ada pihak yang berpendapat gerhana bulan dapat memicu gempa bumi.
Baca: Apa Itu Blood Moon, Blue Moon, dan Super Moon? Berikut Penjelasannya
Kemudian, lebih lanjut, Hari Utomo, menjelaskan, gerhana bulan total dapat mempengaruhi pasang surut air laut.
"Kalau mempengaruhi terhadap pasang surut jelas. Dengan adanya gerhana bulan. Apalagi sekarang kan jaraknya paling dekat dengan bumi. Otomatis kan gaya tariknya semakin tinggi. Mempengaruhi fluktuasi pasang surut. Dari segi gempa bumi tidak," katanya.
Mengutip siaran pers dari BMKG yang dikeluarkan pada Senin (30/1/2018), Kepala BMKG Prof Ir Dwikorita Karnawati, M Sc Ph D, mengatakan, tinggi pasang maksimun dapat mencapai 1,5 meter karena adanya gravitasi bulan dengan matahari.
Fenomena gerhana bulan total, lanjutnya, juga dapat mengakibatkan surut minimum mencapai 100-110 sentimeter yang terjadi pada 30 Januari-1 Februari 2018 di pesisir Sumatera Utara, Barat, Sumatera Barat, Selatan Lampung, utara Jakarta, utara Jawa Tengah, utara Jawa Timur, dan Kalimantan Barat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/tampilan-gerhana-bulan-sebagian_20170808_073847.jpg)