Menteri LHK Sebut Bangunan PLTSa Akan Habiskan Dana Rp 20 Miliar
Ia bersama tim Kementrian Lingkungan Hidup akan mencoba untuk mengakomodir teknologi-teknologi yang dianggap ramah lingkungan untuk mega proyek PLTS.
Penulis: Isal Mawardi | Editor: Yudha Maulana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isal Mawardi.
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, mengatakan bahwa Indonesia saat ini sedang mencanangkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai terobosan pengelolahan sampah.
"Terobosan yang sudah dilakukan dan coba didorong oleh Bapak Presiden yaitu pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah," ujar Siti Nurbaya di Balai Kota Bandung, Minggu (21/1/2018).
Baca: Kronologi Penusukan Tukang Ojek, Sartina: Bersimbah Darah Saya Berlari Cari Pertolongan
Peraturan Presiden mengenai PLTSa tersebut telah dikeluarkan. Namun Siti Nurbaya mengklaim tidak mudah mengerjakan proyek tersebut karena membutuhkan teknologi yang kompleks.
Ia bersama tim Kementrian Lingkungan Hidup akan mencoba untuk mengakomodir teknologi-teknologi yang dianggap ramah lingkungan untuk mega proyek PLTSa.
Baca: Gagal Nyalip, Perempuan ini Ngamuk di Jalan, Tukang Becak pun jadi Korban Keganasannya
"Koordinasi kelembagaan juga perlu diperhatikan, terutama pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)," ujar Siti.
Siti memperkirakan bangunan PLTSa akan menghabiskan biaya Rp 20 miliar. "Nah dananya dari PUPR," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/menteri-lingkungan-hidup-dan-kehutanan-siti-nurbaya_20180121_142335.jpg)