Rabu, 22 April 2026

Tangis dan Sumpah Serapah Warnai Aksi Kekecewaan PKL Dadaha Tasikmalaya

Awalnya sebagai aksi kekecewaan, para pedagang ini akan membakar beberapa gerobak yang biasa dipakai berdagang.

Penulis: Isep Heri Herdiansah | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/ISEP HERI
Sejumlah pedagang kaki lima Dadaha yang sudah direlokasi hanya bisa menangis saat melakukan aksi kekecewaan di Jalan Lingkar Dadaha, Cihideung, Kota Tasikmalaya, Kamis (11/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.CO.ID, TASIKMALAYA - Sejumlah pedagang PKL Dadaha yang sudah direlokasi hanya bisa menangis saat melakukan aksi kekecewaan di Jalan Lingkar Dadaha, Cihideung, Kota Tasikmalaya, Kamis (11/1/2018).

Sri (50), satu di antaranya pedagang cilor alias aci telor yang biasa berjualan di Pinggir Timur lapangan Dadaha ini hanya bisa meratapi kondisi jualannya yang sepi semenjak direlokasi ke Shelter yang di sediakan Pemkot Tasikmalaya.

Dirinya mengaku semenjak direlokasi pendapatannya menurun secara drastis.

Sri yang biasa bisa mendapatkan ratusan ribu dalam sehari hanya mendapatkan beberapa ribu saja selama dua hari berjualan.

Baca: Kisah Asal Usul Nama Panggung Penyanyi Dangdut Ria Batik, Didapat dari Mimpi Hingga Bawa Hoki

Baca: VIDEO: Tangisan dan Sumpah Serapah Warnai Aksi Kekecewaan PKL Dadaha yang Sudah Direlokasi

"Sudah dua hari ini belum ada pembeli yang datang kesini, adapun cuma satu dua, sahari ngan kenging genep rebu paling ageung sapuluh rebu (sehari cuma dapet Rp 6 ribu, paling gede dapat Rp 10 ribu," kata Sri sambil menangis.

Sri bahkan harus meminjam uang pada tetangganya untuk bekal anaknya sekolah.


"Murangkalih sakola ge kanggo bekelna nambut ka tatanggi (anak mau sekolah juga uangnya pinjem dulu ke tetangga)," katanya.

Sementara itu, Ade Supena (50) selaku perwakilan persatuan pedagang kaki lima Dadaha (Persada) dalam aksinya sempat mengeluarkan sumpah serapah kepada petugas satpol PP Kota Tasikmalaya yang berada di TKP.

Ade, bahkan menantang petugas karena merasa kesal dituding sebagai provokator oleh petugas.

"Saya ini bukan provokator saya juga pedagang dan hanya mewakili suara kekecewaan kami, mohon jangan sembarangan," teriaknya sambil mengeluarkan sumpah serapah.

Ade berhasil ditenangkan oleh rekan-rekannya tetapi emosi pedagang lain ikut memuncak karena tidak menerima rekannya di tuding sebagai provokator.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved