Serai Ternyata Bukan Hanya Bumbu Masak tapi juga Obat Nyamuk Alami, Ini Cara Memanfaatkannya
Obat nyamuk semprot, obat nyamuk bakar, dan obat nyamuk oles umumnya mengandung insektisida dengan beberapa senyawa kimia.
TRIBUNJABAR.CO.ID– Saat ini sedang musim hujan, kita mesti waspada terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Penyakit infeksi akut ini disebabkan oleh virus dengue, terutama menyerang anak-anak.
Penyakit ini ditandai gejala demam tinggi secara mendadak dengan manifestasi perdarahan dan bertendensi menimbulkan renjatan (shock) dan kematian.
Penyakit ini ditularkan lewat gigitan nyamuk aedes aegypti.
Bagaimana upaya pencegahannya? Ya, dengan memutuskan rantai penularannya.
Indra Mustafa Mengaku Tidak Tahu Alasan Mengapa Ia Bisa Punya Kelebihan Ini di Persib Bandung https://t.co/2DnI6WL4jO via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) December 31, 2017
Sebagian orang berusaha menghindari gigitan nyamuk penular dengan cara memasang kelambu saat tidur, mengolesi kulit dengan obat antinyamuk, atau menghilangkan tempat perindukan dan peristirahatan nyamuk.
Ada yang memberantas vektor penyakit itu (nyamuk) dengan menyemprotkan bahan kimia sintetis.
Celakanya, cara ini sangat tidak ramah lingkungan.
Obat nyamuk semprot, obat nyamuk bakar, dan obat nyamuk oles umumnya mengandung insektisida dengan beberapa senyawa kimia.
Baca: Berdesakan di Car Free Night Asia Afrika, Warga Tetap Menikmati Perayaan Tahun Baru 2018
Misalnya, nyamuk culex sp. Dan Aedes aegypti diberantas dengan menyemprotkan racun serangga.
Selain berdampak positif (nyamuk sekarat), ada pula dampak negatifnya.
Kemungkinan timbul keracunan pada manusia, hewan ternak, polusi lingkungan, dan hama menjadi resisten.
Adakalanya juga insektisida ini menyebabkan bau menyengat dan bikin sesak napas dan alergi pada kulit sehingga berpengaruh terhadap kesehatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ekstrak-serai_20171231_222358.jpg)