KPK Segera Periksa Ignasius Jonan Terkait Kasus Mantan Dirjen Perhubungan Laut

dalam perkara ini, Antonius Tonny Budiono disangka menerima suap dari Adiputra Kurniawan, Komisaris Utama PT Adhiguna Keruktama.

KPK Segera Periksa Ignasius Jonan Terkait Kasus Mantan Dirjen Perhubungan Laut
Dokumen Tribun Jabar
Menteri Perhubungan RI, Ignasius Jonan (tengah, berbaju putih) seusai meresmikan KA Perintis jurusan Cianjur- Sukabumi, di Stasiun KA Cianjur, Jumat (19/2/2016). 

TRIBUNJABAR.CO.ID, JAKARTA- Kasus suap terhadap Dirjen Perhubungan Laut nonaktif, Antonius Tonny Budiono (ATB) atas perizinan dan pengadaan proyek di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut TA 2016-2017 ‎terus bergulir di KPK.

"Ignasius Jonan, mantan Menteri Perhubungan periode 2014-2016 atau yang saat ini menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI‎ dijadwalkan diperiksa untuk tersangka ATB," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Dalam perkara ini, Ignasius Jonan akan diperiksa dalam kapasitas sebagai Menteri Perhubungan periode 2014-2016.

Tidak hanya Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan saat ini, Budi Karya juga pernah diperiksa oleh KPK.


Selain memeriksa Ignasius Jonan, dua saksi lain yang juga diperiksa untuk tersangka Antonius Tonny Budiono yakni Suniono, Direktur Utama PT Multi Prima dan Santi Puruhita, Sekretaris PT Pelindo II (Persero).

Diketahui dalam perkara ini, Antonius Tonny Budiono disangka menerima suap dari Adiputra Kurniawan, Komisaris Utama PT Adhiguna Keruktama.

Adiputra memberi suap dalam bentuk kartu ATM sehingga sewaktu-waktu bisa dipakai oleh Antonius Tonny Budiono.

Keduanya telah sepakat melakukan kesepakatan jahat terkait pemulusan perizinan pengerukan di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Jawa Tengah yang dikerjakan oleh PT Adiguna Keruktama.

Baca: Pom Bensin Mini Kian Marak, Pemilik Sebut Lebih Praktis dan Modal Cepat Kembali

Selain itu, penyidik juga menjerat Antonius Tonny Budiono dengan pasal gratifikasi, beberapa barang hasil gratifikasi mulai dari batu akik, cincin, jam tangan hingga keris telah disita KPK.

Di sidang Pengadilan Tipikor, Kamis (15/11/2017) Jaksa Penuntut Umum pada KPK saat membacakan dakwaan menyebut Adiputra ‎memberikan uang Rp 2.300.000.000 kepada Antonius Tonny Budiono.

Suap diberikan untuk proyek pekerjaan pengerukan alur pelayanan pelabuhan Pulau Pisang Kalimantan Tengah tahun anggaran 2016 dan pekerjaan pengerukan alur Pelayaran pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur tahun anggaran 2016. (Theresia Felisiani)

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved