Breaking News:

Kapolres Purwakarta: Biaya Pengurusan SIM Bertambah, Untuk Sekolah Mengemudi Bukan Untuk Polisi

Kapolres Purwakarta AKBP Dedy Tabrani menegaskan aturan tersebut menjadi dasar hukumnya.

TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Seorang warga mengikuti kursus mengemudi untuk mendapat sertifikat di PT Sinar Pajajaran, Jalan Industri Purwakarta, Senin (4/12/2017). 

Baca: Beberapa Warga Purwakarta Mengeluhkan Sertifikat Kompetensi yang Dibutuhkan untuk Membuat SIM

Sehingga, biaya pengurusan SIM ‎tidak hanya sesuai PP Nomor 50 Tahun 2010 saja, melainkan sertifikat lulus kompetensi mengemudi yang harus dibayar pemohon pada lembaga penyedia kompetensi mengemudi. Secara umum, biaya yang harus dikeluarkan pemohon SIM, misalnya untuk SIM A berkisar di Rp 720 ribu, di luar biaya kesehatan.

"Biaya pelatihan dan sertifikat tidak dibayarkan ke Polres Purwakarta, tapi ke sekolah mengemudi, sekali lagi bukan untuk polisi," ujar Kapolres.

Ia memutuskan biaya pengurusan SIM langsung dibayarkan ke negara oleh pemohon dengan kategori PNBP.


"Kami hanya mengurus pengurusan SIM, biayanya langsung dibayarkan ke negara," ujar dia.

Adapun soal keluhan pengurusan biaya SIM menjadi mahal, itu di luar kewenanganya.

Ia memastikan hal itu sudah berdasar hukum. Apalagi, ketentuan itu diberlakukan di seluruh Indonesia termasuk di Jawa Barat (Jabar).

"Dasar hukumnya sudah jelas diatur di UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ini sekaligus juga kami sosialisasikan perlunya sertifikat kompetensi mengemudi untuk pengurusan SIM," ujarnya. (*)

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved