Kisah Shim In Lye, Berbisnis Olahan Ubi Hingga Suka Rela Mengajar Bahasa Korea
Saat ditemui Tribun Jabar di kedai makanan miliknya, di Jatinangor, Shim In Lye fasih berbicara bahasa Indonesia.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Widia Lestari
TRIBUNJABAR.CO.ID, SUMEDANG- Shim In Lye tak pernah terpikir akan berjodoh dengan orang Indonesia.
Rasa penasaran akan negeri asing, menuntunnya datang ke rumah saudaranya di Bogor, pada tahun 2000.
"Orang Indonesia sangat welcome dengan orang Korea. Mereka ramah sekali," kata Shim In Lye.
Perempuan asal Korea Selatan ini, mengaku lebih nyaman tinggal di Indonesia.
"Di Korea itu padat dan sibuk, sampai malam harus belajar dan bekerja untuk cari uang dan kedudukan," kata perempuan berkaca mata itu.
Bondan Winarno 'Maknyus' Meninggal Dunia, Ternyata Tiga Cuitan Terakhirnya Sudah Bernada Dukacita https://t.co/6n57zHZpql via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) November 29, 2017
Sesekali, ia membetulkan kaca matanya. Wajahnya sumringah saat menceritakan keputusannya menetap di Indonesia.
"Di sini enak lebih santai," ujar Shim In Lye sambil tertawa.
Saat ditemui Tribun Jabar di kedai makanan miliknya, di Jatinangor, Shim In Lye fasih berbicara bahasa Indonesia.
Ia kerap mengobrol dan menyapa pelanggannya menggunakan bahasa Indonesia.
Baca: Aneh tapi Nyata! 8 Keledai Dipenjara Gara-gara Ini, Permohonan agar Dibebaskan Sempat Ditolak
Ketertarikannya pada Indonesia, membuat ia belajar bahasa Indonesia di Universitas Indonesia (UI) selama 1,5 tahun.
Namun ia merasa kurang puas. Akhirnya, ia memutuskan melanjutkan studi S2 bidang pendidikan di Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta.
Saat ini, ibu dari ketiga anak ini, bahkan secara sukarela mengajar bahasa Korea kepada mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad), di Jatinangor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/shim-in-lye_20171129_221841.jpg)