Jumat, 10 April 2026

Kematian Bayi Kembar Siam Bisa Dicegah Sejak Hamil, Begini Tips dari Dokter di RSHS

Dr Sjahril mengatakan, seorang ibu hamil harus menjaga nurtisi dan gizi yang baik dan seimbang agar terhindar dari penyakit.

Penulis: Theofilus Richard | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Tribunjabar/Cipta Permana
Seorang perawat terus memeriksa kondisi bayi kembar siam yang memiliki kondisi dempet perut dan tulang pinggul, serta hanya memiliki dua kaki dan satu anus, di ruang perawatan intensif anak dan bayi RSHS, Jalan Pasteur, Bandung, Selasa (14/11/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG – Bayi kembar siam asal Padalarang, yaitu Muhammad Malik dan Muhammad Gani, telah meninggal setelah mengalami trauma berat dan tidak bisa bertahan pasca operasi pemisahan, Senin (20/11/2017).

Muhammad Malik dan Muhammad Gani adalah buah perkawinan dari Amariah dan Agus Prianto.

Menurut Dr Sjahril Hidayat, dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) yang menangani Malik dan Gani, seharusnya kematian ini bisa dicegah sejak keduanya masih berada dalam kandungan.

“Menurut teori, kembar siam terjadi karena kegagalan proses fusi embrio membelah diri menjadi bagian-bagian tertentu,” ujar Dr Sjahril kepada wartawan di RSHS, Selasa (21/11/2017).

“Saat-saat tertentu, kegagalan ini memang harus diantisipasi dengan pemantauan sebelum kehamilan,” sambungnya. 


Saat merencanakan kehamilan, Dr Sjahril menyarankan agar pasangan suami-istri terlebih dulu memeriksakan kesehatan ke dokter.

Setelah kehamilan, pasangan suami-istri harus memeriksakan kehamilan secara rutin.

Dr Sjahril mengatakan, seorang ibu hamil harus menjaga nurtisi dan gizi yang baik dan seimbang agar terhindar dari penyakit.

Ia juga menganjurkan untuk melakukan USG.

“Kalau sudah di-USG, bisa dipersiapkan betul. Sekarang kalau ada apa-apa, bisa diintervensi saat dalam kandungan. Kalau ada kebocoran jantung, itu bisa diintervensi,” kata Dr Sjahril.

Dalam kasus Malik dan Gani, Dr Sjahril mengatakan kedua orangtua tidak memeriksakan kandungannya secara rutin, sehingga tidak ada persiapan apapun.

Dr Sjahril juga mengatakan, sebenarnya banyak pasangan suami-istri selain Amariah dan Agus Prianto yang tidak memeriksakan kondisi kehamilan sang istri secara rutin dan itu sangat ia sayangkan.

Untuk mencegah hal-hal seperti ini, ia menyarankan agar pasangan suami istri rajin memeriksakan kesehatannya ke dokter, terutama saat sang istri hamil.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved