Dapat Bantuan Renovasi Rutilahu, Warga: Sekarang, Kamar Mandi di Dalam Rumah
Memang bantuannya enggak mencukupi, Rp 15 juta enggak cukup sampai segini tapi itu meringankan
Penulis: Theofilus Richard | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Ujang Jek mengatakan, sebelum rumahnya direnovasi, kamar tidur di dalam rumah hanya berukuran sekira dua meter kali dua meter.
Jika ingin mandi atau buang air, Ujang Jek harus berjalan sekira 10 meter dari rumahnya ke jamban.
“Dulu semua enggak enak, kamar mandi enggak ada. Dulu, kamar tidur hanya dua meter tapi sekarang sudah besar, ada dapur. Kalau ke kamar mandi, kami ke sana, ke luar, sekarang kamar mandi di dalam rumah,” kata Ujang Jek.
Baca: Ini Reaksi Aa Gym Saat Ditanya tentang Pencalonannya di Pilgub Jabar
Sehari-hari, Ujang Jek bekerja sebagai penjaga keamanan di sebuah sekolah.
Ia tinggal di rumah bersama istri, empat anak, dan terkadang dua cucunya menginap di rumahnya.
Ia mulai merenovasi rumah bermodalkan bantuan BSPS sekira bulan Agustus 2017.
Dalam waktu satu bulan, rumahnya selesai direnovasi berkat BSPS dan gotong royong warga.
TERPOPULER PERSIB: Jawaban Menohok Persib Untuk Beltrame Hingga Rahmad Darmawan Pimpin Persib? https://t.co/m3GMZSyrIC via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) November 18, 2017
Kepada Desa Sudi, Zamzam, mengatakan biaya rata-rata renovasi satu rumah tidak layak huni adalah sebesar Rp 25-40 juta.
Banyak warga yang ikut menyumbang material dan tenaga.
Selain Ujang Jek, kata Zamzam, ada sekira 75 unit rumah di desanya yang telah menerima program BSPS.
Ke depan, ia mengatakan akan ada beberapa rumah lagi yang diajukan untuk diberikan bantuan BSPS Kementerian PU atau Program Rutilahu Pemprov Jawa Barat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/rumah-ujang-jek_20171118_115816.jpg)