Kuliner Bandung
Anda Pecinta Sate? Wajib Coba Waroeng Sate Kardjan, Pelopor Sate Buntel Tertua di Bandung
Wulandari menjelaskan bahwa sate tersebut merupakan resep turun temurun dari kakeknya yang terus dipertahan hingga saat ini.
Penulis: Fasko dehotman | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
"Karena rata-rata orang di sini jarang yang memakan daging kambing cincang dan lemak kambing, makanya pelanggan memfavoritkan menu ini," ungkap Wulandari.
Gadis ini Dulunya Disebut 'Barbie King Kong' karena Punya Paha Besar, Lihat Perubahannya Sekarang https://t.co/bWKMgYgVua via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) November 14, 2017
Wulandari mengatakan, dalam satu hari Waroeng Sate Kardjan mampu menghabiskan 900 tusuk daging buntel.
Mengenai sate buntelnya sendiri, Wulandari menjelaskan bahwa sate tersebut merupakan resep turun temurun dari kakeknya yang terus dipertahan hingga saat ini.
"Mulai bumbu satenya, bumbu bakarnya, tetap dipertahankan. Bahkan kecapnya pun tak pernah berubah hingga sekarang," kata Wulandari.
Selain di Jalan Pasirkaliki, Waroeng Sate Kardjan juga memiliki cabang lainnya, yakni di Paskal Hyper Square, Jalan Lodaya dan Jalan Ciumbuleuit.
Bagi Anda yang tertarik mencicipinya, satu porsi sate buntel yang berisi tiga sate hanya dihargai Rp 66.000.
Sedangkan menu lainnya dihargai dari Rp 20.000 - Rp 50.000 per porsi.
Untuk jam operasionalnya, Waroeng Sate Kardjan dibuka setiap hari pada pukul 11.00-23.00.
Sedangkan cabang lainnya, ditutup lebih awal pada pukul 22.00 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sajian-sate-buntel-di-waroeng-sate-kardjan_20171114_155716.jpg)