Senin, 4 Mei 2026

Kuliner Bandung

Anda Pecinta Sate? Wajib Coba Waroeng Sate Kardjan, Pelopor Sate Buntel Tertua di Bandung

Wulandari menjelaskan bahwa sate tersebut merupakan resep turun temurun dari kakeknya yang terus dipertahan hingga saat ini.

Tayang:
Penulis: Fasko dehotman | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
TRIBUNJABAR.CO.ID/FASKO DEHOTMAN
Sajian sate buntel di Waroeng Sate Kardjan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Sate buntel merupakan penganan khas Surakarta (Jawa Tengah) yang diolah dari daging kambing cincang.

Umumnya sate ini dibungkus dengan lemak kambing kemudian dibakar, serta bumbu yang sering digunakan adalah merica dan kecap manis.

Saat ini olahan sate buntel banyak ditemui di beberapa wilayah di Indonesia, mulai dari kaki lima hingga yang berjualan di kedai pun dapat Anda jumpai.

Khusus di Kota Bandung, ada satu tempat makan legendaris yang menyajikan sate buntel sebagai menu utamanya.

Adalah Waroeng Sate Kardjan yang telah lama eksis sejak 1925 silam, sebagai pelopor menu sante buntel tertua di Bandung.


Waroeng Sate Kardjan berlokasi di Jalan Pasirkaliki No 43, Arjuna, Cicendo, Kota Bandung.

Patokan lokasinya tepat berada persis di komplek TNI AD dan tidak jauh dari simpang Hotel Hilton.

Waroeng Sate Kardjan hanya menempati sebuah bangunan sederhana dengan gaya jadul.

Tampilan depan Waroeng Sate Kardjan yang tampak sederhana.
Tampilan depan Waroeng Sate Kardjan yang tampak sederhana. (TRIBUNJABAR.CO.ID/FASKO DEHOTMAN)

Bagian depannya terdapat spanduk yang bertuliskan "Waroeng Sate Kardjan", sehingga mudah dikenali saat melintasi Jalan Pasir Kaliki.

Waroeng Sate Kardjan juga memiliki tempat parkir yang cukup luas, jadi tidak perlu khawatir bagi Anda yang bawa kendaraan mobil dan motor.

Untuk konsep interior Waroeng Sate Kardjan, tak ubahnya suasana warung makan pada umumnya.

Di bagian dalamnya terdapat ruang makan yang terbuka, sehingga ruangan tersebut terasa begitu sejuk bagi pelanggan yang menyantap menu sate di sini.

Tampilan ruang makan dengan konsep terbuka di Waroeng Sate Kardjan.
Tampilan ruang makan dengan konsep terbuka di Waroeng Sate Kardjan. (TRIBUNJABAR.CO.ID/FASKO DEHOTMAN)

Selain itu, di warung ini juga disediakan meja kayu yang berbentu panjang dan bulat, serta beberapa kursi.

Di dindingnya terdapat pajangan berupa poster menu dan lukisan wayang.

Untuk menunya, Waroeng Sate Kardjan menyediakan beraneka macam sate.

Yakni terdiri dari sate daging kambing, sate daging ayam, sate daging sapi, dan sate buntel.


Namun yang paling utama, tentu saja sate daging buntelnya.

Untuk penyajiannya, sate buntel di sini menggunakan hotplate agar terjaga kehangatan dari daging satenya.

Sebagai pendampingnya, juga diberikan tiga piring kecil yang masing - masing berisi bumbu kacang, bumbu sambal kecap dan satu piring lagi berisi acar meliputi potongan tomat, kol, timun, dan irisan bawang merah.

Saat sate buntelnya telah tersaji di depan mata, tercium wangi bumbu kacangnya yang menggoda, tanpa bau prengus dari daging kambing yang menyengat.

Daging buntelnya terasa empuk dan tidak terlalu manis, bahkan tidak alot saat digigit.

Selain itu, potongan dagingnya juga sempurna dan tidak terlalu besar, sehingga mudah ditelan bulat-bulat.

Tampilan tempat memanggang sate di Waroeng Sate Kardjan.
Tampilan tempat memanggang sate di Waroeng Sate Kardjan. (TRIBUNJABAR.CO.ID/FASKO DEHOTMAN)

Nah, bagi Anda yang ingin mencicipi menu selain sate, Waroeng Sate Kardjan turut menyediakan menu lainnya yang tidak kalah lezat.

Di antaranya adalah gulai tulang, kambing guling, gulai kambing, tongseng kambing, nasi goreng kambing, tongseng daging sapi, dan aneka minuman menyegarkan.

Wulandari, pemilik generasi ketiga Waroeng Sate Kardjan menuturkan usaha sate ini dirintis oleh kakeknya yang bernama Kardjan sejak 1925 silam.

"Awalnya kakek saya memulai usahanya hanya menggunakan gerobak di klaten, lalu pada 1960 mulai pindah kesini hingga sekarang," ujar Wulandari kepada Tribun Jabar, Selasa (14/11/2017).

Untuk menu favorit, Wulandari mengaku sate buntel lah yang jadi juara di sini.

"Karena rata-rata orang di sini jarang yang memakan daging kambing cincang dan lemak kambing, makanya pelanggan memfavoritkan menu ini," ungkap Wulandari.


Wulandari mengatakan, dalam satu hari Waroeng Sate Kardjan mampu menghabiskan 900 tusuk daging buntel.

Mengenai sate buntelnya sendiri, Wulandari menjelaskan bahwa sate tersebut merupakan resep turun temurun dari kakeknya yang terus dipertahan hingga saat ini.

"Mulai bumbu satenya, bumbu bakarnya, tetap dipertahankan. Bahkan kecapnya pun tak pernah berubah hingga sekarang," kata Wulandari.

Selain di Jalan Pasirkaliki, Waroeng Sate Kardjan juga memiliki cabang lainnya, yakni di Paskal Hyper Square, Jalan Lodaya dan Jalan Ciumbuleuit.

Bagi Anda yang tertarik mencicipinya, satu porsi sate buntel yang berisi tiga sate hanya dihargai Rp 66.000.

Sedangkan menu lainnya dihargai dari Rp 20.000 - Rp 50.000 per porsi.

Untuk jam operasionalnya, Waroeng Sate Kardjan dibuka setiap hari pada pukul 11.00-23.00.

Sedangkan cabang lainnya, ditutup lebih awal pada pukul 22.00 WIB.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved