Operasi Senyap CIA Hancurkan Komunisme Korbankan Banyak Nyawa Tak Berdosa
Di kawasan Asia Tenggara, wilayah Kamboja dan Thailand menjadi basis CIA untuk memerangi komunis yang sedang mengancam Vietnam dan Indonesia.
Perubahan Drastis Gaya Berseragam Pelajar SMA dari Tahun 70an Hingga Kekinian https://t.co/A5TrXIFZUj via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) October 19, 2017
Koran-koran besar itu bahkan mampu menciptakan konglomerat-konglomerat antikomunis dan menjadi sumber dana bagi operasi-operasi CIA selanjutnya.
Koran CIA yang sukses itu antara lain, The Guardian dan The Sunday Times yang terbit di Inggris, Der Spiegel (Jerman), dan lainnya.
Sementara siaran radio yang menjadi propaganda bagi CIA ke seluruh dunia adalah Voice Of America (VOA).
Peran VOA sebagai corong CIA berlangsung cukup lama sampai akhirnya Rusia menerapkan program jamming terhadap siaran VOA pada tahun 1990.
Baca: Kiper AEK Athens Bikin Para Pemain AC Milan Gigit Jari di San Siro
Dalam kondisi terkini dunia cyber dan teknologi komunikasi paling mutakhir bisa dipastikan telah dimanfaatkan CIA untuk melancarkan tugas-tugas intelijennya.
Namun CIA tidak hanya melancarkan propaganda antikkomunis yang tanpa kekerasan di kawasan Eropa, sejumlah aksi yang bersifat kekerasan pun digelar sehingga mengakibatkan jatuhnya ratusan bahkan ribuan korban jiwa.
Untuk mengantisipasi invasi pasukan Rusia ke wilayah Eropa, mulai tahun 1959 CIA membentuk unit-unit sukarelawan di Eropa Barat yang kemudian dilatih secara khusus agar bisa melaksanakan serangan sabotase, mengumpulkan data intelijen, membangun kelompok perlawanan, dan menyiapkan jalur mundur yang aman bagi pasukan tempur.
Tugas agen CIA selain menjadi penasihat bagi kelompok-kelompok perlawanan itu juga kadang bertugas bersama ketika melancarkan aksi yang sesungguhnya.
Baca: Inilah yang Disebut Nafa Urbach sebagai Anugerah Setelah Bercerai dengan Zack Lee
Dalam perkembangan berikutnya kelompok-kelompok perlawanan itu bahkan berhubungan langsung dengan NATO.
Salah satu kelompok perlawanan yang dibentuk oleh CIA di kawasan Eropa Barat adalah kelompok perlawanan Gladio yang beroperasi di Italia.
Sebagai kelompok rahasia tujuan operasi Gladio adalah melawan pasukan komunis Rusia saat melakukan invasi ke Eropa Barat dan berupaya menggulingkan pemerintahan Italia yang prokomunis.
Sebelum Gladio terbentuk, cikal bakal pasukan rahasia ini sudah ada sejak tahun 1949 dan dikenal sebagai SIFAR (Italian Military Service).