Sabtu, 2 Mei 2026

Setahun Banjir Bandang Garut

EKSKLUSIF-- Setahun Sudah Banjir Bandang Garut, Para Korban Masih Mengungsi

"Nanti tanggal 26 September, tepat satu tahun saya di sini. Katanya mau direlokasi, tapi sampai sekarang belum ada kabar lagi..."

Tayang:
Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Tarsisius Sutomonaio
TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA
Sebuah kendaraan mobil kondisinya terguling dengan terlumuri lumpur akibat banjir bandang di Kampung Sukapadang, Kecamatan Tarogong Kabupaten Garut, Rabu (21/9). Sedikitnya 20 orang meninggal dunia, ratusan rumah hancur, dan fasilitas umum rusak. 

Keinginan agar segera direlokasi juga diungkapkan Iyus (35), korban banjir asal Kampung Pinggirsari, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Tarogong Kidul.

Baca: Penampilan Carlton Cole Usai Didepak Hingga Persib Harus Bayar Segini untuk Rekrut Robin Van Persie

Ia bahkan mengaku sudah mengajukan kepada Pemkab Garut agar kampungnya bisa direlokasi. Pasalnya Kampung Pinggirsari berbatasan langsung dengan Sungai Cimanuk.

Kampung Pinggirsari berada di belakang Asrama Tarumanagara atau Lapang Paris. Selama satu tahun, warga terus mencoba berkoordinasi dengan pemerintah, tapi belum juga mendapat kepastian.

"Status tanahnya sebagian milik warga, sebagian lagi lahan timbul (lahan bekas aliran sungai). Dulu sih janjinya mau dipindah, tapi enggak ada kejelasan. Warga di sini yang pertama kali mengajukan untuk pindah," ucap Iyus.

Seperti halnya Entin, Iyus juga mengeluh soal sulitnya pengurusan administrasi kependudukan. Pascabanjir bandang, ujarnya, warga di kampungnya masih ada yang belum memiliki KTP.

Padahal, menurut Iyus, pemerintah seharusnya bisa membantu, apalagi hilangnya surat-surat berharga itu karena terbawa arus banjir. Belum jelasnya masalah relokasi juga membuat warga Pinggirsari resah.

Mereka kemudian berinisiatif menanami sepadan sungai dengan pohon bambu sekali pun permintaan mereka agar pemerintah membantu memberikan bibit bambu tak pernah dipenuhi.

"Kami sadar kalau dulu warga sering buang sampah ke Cimanuk. Tapi kebiasaan itu kini sudah berubah. Warga pun membuat apotek hidup dan menanam pohon bambu. Cuma seperti tidak ada dukungan dari pemerintah," ucapnya.

Baca: Istri Chester Bennington Ungkap Fakta Mengejutkan Sebelum Sang Suami Bunuh Diri

Iyus berharap pemerintah cepat tanggap terhadap keinginan warga. Ia dan warga di Pinggirsari pun masih merasa khawatir jika banjir kembali terjadi.

"Keinginan warga untuk menanam pohon bambu di sepanjang bantaran sungai ini seharusnya mendapat respons yang baik dari pemerintah," ujarnya.

Banjir bandang di Garut setahun lalu merusak tak kurang dari 594 bangunan yang terdiri dari sekolah, asrama TNI, rumah sakit, permukiman, dan PDAM. Banjir juga menghanyutkan 57 bangunan lainnya.

Kondisi hulu Daerah Resapan sungai (DAS) Cimanuk yang rusak karena alih fungsi lahan menjadi salah satu pemicu datangnya banjir bandang.

Begitu pula maraknya penebangan hutan di wilayah Gunung Guntur, Papandayan, Darajat dan Cikuray, yang memicu peningkatan lahan kritis mencapai 50 ribu hektare. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved