Sabtu, 11 April 2026

Setahun Banjir Bandang Garut

EKSKLUSIF-- Setahun Sudah Banjir Bandang Garut, Para Korban Masih Mengungsi

"Nanti tanggal 26 September, tepat satu tahun saya di sini. Katanya mau direlokasi, tapi sampai sekarang belum ada kabar lagi..."

Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Tarsisius Sutomonaio
TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA
Sebuah kendaraan mobil kondisinya terguling dengan terlumuri lumpur akibat banjir bandang di Kampung Sukapadang, Kecamatan Tarogong Kabupaten Garut, Rabu (21/9). Sedikitnya 20 orang meninggal dunia, ratusan rumah hancur, dan fasilitas umum rusak. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.CO.ID, GARUT- Banjir bandang yang melanda tujuh kecamatan di Kabupaten Garut, Selasa (20/9/2017) malam setahun lalu masih menyisakan duka.

Setahun lalu, banjir menyapu habis semua bangunan yang ada di tepian Sungai Cimanuk. Lebih dari 34 orang meninggal, belasan lainnya dinyatakan hilang.

Korban tewas ditemukan di sembilan lokasi pencarian mulai dari Kampung Lapang Paris, Kabupaten Garut hingga Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang.

Kampung Lapang Paris menjadi wilayah yang paling parah diterjang banjir. Separuh jenazah ditemukan di sana.

Pekan-pekan pertama pascabanjir, lebih dari 6.000 korban selamat mengungsi di 12 titik pengungsian. Sebagian di antaranya bahkan masih bertahan.

Tak tahu harus ke mana, sementara relokasi yang dijanjikan tak kunjung menjadi kenyataan.

"Nanti tanggal 26 September, tepat satu tahun saya di sini (pengungsian). Katanya mau direlokasi tapi sampai sekarang belum ada kabar lagi," ujar Entin (38), pengungsi asal Kampung Kikisik, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Tarogong Kidul, di pengungsian Gedung Islamic Center, Senin (19/9/2017).

Baca: Suara Merdu Bripda Nindy yang Mirip Nike Ardila Hingga Pedangdut Disiksa Saat Sedang Manggung

Di pengungsian ini, anak keempat Entin lahir. Ia berharap relokasi bisa segera terwujud karena tak mau jika harus kembali ke lokasi rumahnya yang lama.

"Sakit hati kalau lihat rumah. Soalnya enggak ada yang tersisa. Rata dengan tanah. Saya baru dua kali lihat kondisi rumah setelah terjadi banjir," katanya.

Semua surat-surat dan barang berharga yang mereka punyai, kata Entin, sudah terbawa arus. Meski begitu Entin mengaku masih bersyukur karena keluarganya selamat.

"Tetangga saya sampai sekarang belum ditemukan. Padahal saat kejadian, dia yang ngasih kabar jika ada banjir," ujarnya.

Entin juga berharap pemerintah bisa mempermudah pengurusan administrasi kependudukan bagi para pengungsi.

"Akta kelahiran keluarga sampai sekarang belum bisa diurus. Mau ngurus ini, kan, harus ada surat nikah, sementara surat nikahnya juga enggak ada. Kalau bisa, tolong dipermudah," kata Entin.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved