Minggu, 26 April 2026

Kepala Dinkes Sebut RS Mitra Keluarga Kalideres Akui 'Kesalahan' ini

Pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres sudah memberi penjelasan kepada Dinas Kesehatan DKI Jakarta terkait. . .

Editor: Fauzie Pradita Abbas
facebook
Bayi Debora 

Henny dan Rudianto menceritakan bagaimana menyesalnya mereka memercayakan nyawa Debora kepada pihak RS Mitra Keluarga Kalideres.


Berawal dari penyakit pilek yang diderita Debora selama seminggu, keluarga membawanya ke RSUD Cengkareng dan diberi obat dan nebulizer oleh dokter di sana.

"Sebenarnya bayi saya sudah seminggu pilek terus, terus tiga hari sebelum meninggal, batuk-batuk," kata Henny, Sabtu (9/9/2017).

Mereka datang ke rumah sakit terdekat dari rumah mereka, yakni RS Mitra Keluarga Kalideres.

"Tujuan saya cuma nyelametin anak saya, paling dekat ya Mitra Keluarga," kata Henny.

Namun di rumah sakit tersebut, kondisi Debora menurun hingga meninggal karena telat mendapat perawatan lantaran terkendala biaya.

Orangtua Debora harus membayar uang muka perawatan di ruang PICU sebesar Rp19.800.000, sementara ia hanya punya tabungan Rp5 juta.

Rudianto Simanjorang sempat memohon petugas agar menyelamatkan nyawa anaknya dulu.

Namun uang Rp 5 juta itu ditolak.

Buntutnya, Debora tak tak tertolong hingga meninggal.

Pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres buka suara soal meninggalnya bayi Debora di rumah sakit mereka.

Dalam keterangan persnya, pihak manajemen menyampaikan awalnya Debora diterima instalasi gawat darurat (IGD) sekitar pukul 03.40 WIB dalam keadaan tidak sadar dan tubuh tampak membiru.

"Pasien dengan riwayat lahir prematur memiliki riwayat penyakit jantung bawaan (PDA) dan keadaan gizi kurang baik," kata pihak manajemen dalam keterangan persnya.


Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved