Kepala Dinkes Sebut RS Mitra Keluarga Kalideres Akui 'Kesalahan' ini
Pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres sudah memberi penjelasan kepada Dinas Kesehatan DKI Jakarta terkait. . .
TRIBUNJABAR.CO.ID, JAKARTA - Pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres sudah memberi penjelasan kepada Dinas Kesehatan DKI Jakarta terkait meninggalnya bayi Tiara Debora.
Dalam jumpa pers, Direktur RS Mitra Keluarga Kalideres, Fransisca dihujani pertanyaan terkait kebijakan meminta uang muka perawatan kepada orangtua Debora di saat darurat.
Namun, Fransisca menolak menjelaskan kepada awak media.
Legenda Persib yang Sempat Sakit Prostat Ini Tutup Usia, Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun https://t.co/Nq9MJ1fqaB via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) September 10, 2017
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto mengatakan, memang terdapat masalah komunikasi yang kurang baik antara petugas informasi rumah sakit dengan keluarga pasien.
Masalah komunikasi ini menimbulkan kesalahpahaman antara pihak rumah sakit dengan keluarga Debora.
Koesmedi mengatakan, berdasarkan pengakuan manajemen rumah sakit mereka tidak mengetahui bahwa Debora merupakan pasien BPJS Kesehatan.
"Awalnya RS tersebut tidak tahu bahwa pasien ini peserta BPJS. Baru diketahui dia peserta BPJS sekitar pukul 06.00 WIB," ujar Koesmedi.
Prosedurnya, keluarga pasien harus mengurus administrasi pembiayaan terlebih dahulu sebelum pasien masuk ke ruang PICU.
Minimal biaya yang diberikan ke rumah sakit adalah 50 persen.
"Ini kesalahannya, dari awal harusnya pasien ditanya dia pembiayaannya dibayar oleh siapa? Ternyata dia punya BPJS yang itu tidak terinformasikan (ke pihak rumah sakit)," ujar Koesmedi.
"Kalau itu BPJS, maka pendanaan pembiayaan kegawatdaruratan sampai pasien itu stabil membutuhkan perawatan PICU, itu bisa ditagihkan ke BPJS," tambah dia.
Perbedaan keterangan
Kasus meninggalnya bayi Tiara Debora di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Tangerang, Minggu (3/9/2017), menyita perhatian publik.
Nyawa bayi pasangan Rudianto Simanjorang dan Henny Silalahi tersebut tak terselamatkan lantaran telat dirawat gara-gara terbentur biaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/bayi-debora_20170911_140607.jpg)