Terinspirasi Dari Kartun Cowboy, Dea Annisa Jadi Mahir Menunggangi Kuda
Kepada Tribun Jabar, Dea mengaku sudah belajar menunggangi kuda sejak ia masih mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Selain itu, menurut Dea, harus ada kedekatan emosional antara si penunggang kuda dengan kudanya.
Saat pertama kali ditunggangi, kuda pasti akan memberontak.
Namun, lama-kelamaan, saat penunggang sudah memiliki kedekatan emosional dengan kuda, kuda itu pun akan jinak.
Dea mengatakan, cara terbaik agar memiliki hubungan emosional yang baik dengan kuda adalah dengan sering memberinya makan, memandikannya, mengelus lehernya, serta mengenalkan bau keringat si penunggang kepada kuda.
"Diusahakan jangan terlalu lama terpisah berhari-hari dengan kuda. Jika hendak terpisah dari kuda, usahakan kuda mencium keringat penunggangnya agar semakin kenal," ujar Dea.
Lalu, Dea pun mengaku, 10 tahun mengurus kuda merupakan pengalaman yang seru baginya.
Ke depannya, Dea ingin mengikuti berbagai lomba dan kejuaraan berkuda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/dea-annisa-perempuan-penunggang-kuda-dari-komunitas-sigap-nusantara_20170821_092419.jpg)