Terinspirasi Dari Kartun Cowboy, Dea Annisa Jadi Mahir Menunggangi Kuda
Kepada Tribun Jabar, Dea mengaku sudah belajar menunggangi kuda sejak ia masih mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Dea Annisa, merupakan satu di antara dua perempuan penunggang kuda yang turut meramaikan parade Hari Veteran Nasional di Kota Bandung, pada Minggu (20/8/2017).
Kepada Tribun Jabar, Dea mengaku sudah belajar menunggangi kuda sejak ia masih mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP).
"Saya sudah dari SMP suka sama kuda. Belajar dari tahun 2007, itu juga pas saya masih SMP," ujar Dea, Minggu (20/8/2017), di halaman Balai Kota Bandung.
Awalnya, Dea tertarik dengan kuda saat ia menonton film kartun.
Kata Dea, pada film kartun itu ada adegan di mana seorang cowboy beraksi menunggangi kuda.
Karena film kartun itu akhirnya Dea memberanikan diri untuk belajar menunggangi kuda di daerah tempat tinggalnya di Sumedang.
Seakan Tak Takut Kasus Pedofil, Ayu Ting Ting Kena Hujat Karena Unggah Foto Anaknya Sedang Begini https://t.co/qGj8QSz6iL via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) August 21, 2017
Namun, selama belajar di Sumedang, Dea tidak mengetahui sama sekali teknik yang baik dan benar dalam menunggangi kuda.
Barulah, saat Dea bergabung dengan Komunitas Sigap Nusantara di Cileunyi tahun 2013, ia banyak mendapatkan pelajaran menunggangi kuda dari gurunya.
Pelajaran yang Dea dapatkan di antaranya adalah memanah saat menunggangi kuda dan menjalankan kuda di pacuan yang memiliki rintangan.
Di Komunitas Sigap, fisik Dea juga dilatih, salah satunya melalui olahraga renang.
Kemudian, menurut Dea, ada beberapa teknik yang harus dikuasai oleh penunggang kuda.
Dea mencontohkan mengenai teknik yang harus dilakukan saat kuda bergerak tidak teratur atau bahkan mengamuk saat ditunggangi.
"Usahakan kaki jangan sampai tersangkut pada pijakan. Jika kuda memberontak dan ingin membuat kita jatuh saat kita masih pada sadel, usahakan kita memeluk leher kuda. Jadi, kita tidak akan terpelanting terlalu jauh," kata Dea.
Selain itu, menurut Dea, harus ada kedekatan emosional antara si penunggang kuda dengan kudanya.
Saat pertama kali ditunggangi, kuda pasti akan memberontak.
Namun, lama-kelamaan, saat penunggang sudah memiliki kedekatan emosional dengan kuda, kuda itu pun akan jinak.
Dea mengatakan, cara terbaik agar memiliki hubungan emosional yang baik dengan kuda adalah dengan sering memberinya makan, memandikannya, mengelus lehernya, serta mengenalkan bau keringat si penunggang kepada kuda.
"Diusahakan jangan terlalu lama terpisah berhari-hari dengan kuda. Jika hendak terpisah dari kuda, usahakan kuda mencium keringat penunggangnya agar semakin kenal," ujar Dea.
Lalu, Dea pun mengaku, 10 tahun mengurus kuda merupakan pengalaman yang seru baginya.
Ke depannya, Dea ingin mengikuti berbagai lomba dan kejuaraan berkuda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/dea-annisa-perempuan-penunggang-kuda-dari-komunitas-sigap-nusantara_20170821_092419.jpg)