Breaking News:

Benteng Gedong Dalapan, Sisa Penjajahan Belanda yang terlupakan di Cililin Kabupaten Bandung Barat

Situs bersejarah ini tampak sudah rusak dan tidak terawat. Terdapat pengrusakan bangunan berupa penghancuran pintu dan jendela gedung.

Penulis: Mumu Mujahidin | Editor: Ichsan
Tribunjabar/Mumu Mujahidin
Pengunjung beristirahat di Benteng Gedong Dalapan di Kampung Gagak RT 02/03, Desa Karang Anyar, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (23/07/2017). 

Benteng tampak berdiri kokoh di atas lahan seluas 20 hektare milik TNI, yang dilekola langsung oleh warga setempat, dengan ditanami beberapa tanaman palawija seperti jagung hibrida dan singkong. Selain itu terdapat banyak tanaman liar dan semak belukar yang tumbuh di atas bangunan-bangunan tersebut.

Terdapat empat bangunan utama di kompleks benteng tersebut. Satu bangunan utama terdapat di bagian depan memanjang dari selatan ke utara menghadap ke arah timur. Bangunan ini memiliki delapan ruangan dengan jumlah delapan pintu dan 16 jendela.


Setiap ruangan berukuran 2,5 m x 3 m persegi, masing-masing ruangan dihubungkan oleh sebuah pintu di dalamnya. Makanya kemudian benteng tersebut dinamani Benteng Gedong Dalapan.

Sementara ketiga bangunan lainnya berada tepat di bagian belakang bangunan utama. Membentuk setengah lingkaran mengelilingi bangunan utama. Ketiga bangunan ini sudah tampak tidak utuh lagi, selain sudah rusak, pintu dan jendela bangunan sudah rubuh dan tidak utuh lagi, juga sudah terdapat retakan-retakan besar.

Namun dari pengamatan Tribun, jika bangunan tersebut utuh, tampak masing-masing bangunan memiliki dua ruangan berukuran sama, yakni 2,5 m x 3 m persegi. Otomatis bangunan ini juga memiliki dua pintu lengkap dengan empat jendela.


Akan tetapi jika dilihat dari konstruksi bangunan ke tiga bangunan ini, sebelumya tampak tidak dihubungkan oleh pintu penghubung, hanya terdapat jendela kecil berukuran 50 cm x 50 cm di dalamnya. Selain itu terdapat bangunan gerbang utama yang cukup megah dengan panjang sekitar 10 meter.

M Hilal Hidayat (32) seorang warga setempat mengatakan, berdasarkan informasi dari sesepuh di kampung tersebut, Benteng Gedong Dalapan ini pertama kali dibangun oleh bangsa Belanda dengan memperkerjakan bangsa pribumi pada 1912 dan selesai pada 1918 di bawah pimpinan Tuan Bengkok (orang Belanda) dan Tuan Jackson.

"Dibangun pada 1912 dan selesai pada 1918 di bawah pimpinan Tuan Bengkok dan Tuan Jackson. Sekitar 6 tahun pembangunan oleh pribumi, yang pada waktu itu hanya digaji pada 3 sen," tuturnya saat ditemui di kediamannya, Minggu (23/07/2017).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved