Ini Biaya Membuat Bayi Tabung di RSIA Limijati Bandung
Fasilitas BFC yang terletak di lantai 5, memiliki tim yang merupakan pelopor teknologi bayi tabung di kota Bandung yang terdiri dari . . .
Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar Kemal Setia Permana
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Rumah Sakit Ibu dan Anak Limijati Bandung kini menyediakan fasilitas unit layanan Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB) Bandung Fertility Center (BFC).
Fasilitas BFC yang terletak di lantai 5, memiliki tim yang merupakan pelopor teknologi bayi tabung di Kota Bandung yang terdiri dari dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan yang ahli di bidang TRB, dokter spesialis urologi konsultan andrologi, embryolog dan perawat yang handal.
BFC memiliki fasilitas untuk teknologi reproduksi berbantu tingkat lanjut seperti sperm washing, sperm freezing, testicular sperm extraction (TESE), intrauterine insemination, dan in vitro fertilization (IVF) dengan intracytoplasmic sperm injection (ICSI).
Bayi Berusia 18 Hari ini Meninggal Usai Dapat Ciuman, Setelah Diperiksa, Hal Mengerikan Terungkap https://t.co/3qF0nkDzts via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 22, 2017
BFC memiliki unggulan TESE bagi pasien azoospermia dengan pengambilan sperma dari pabriknya untuk dipadukan dengan sel telur.
Menurut Konsultan Fertilitas & Endokrinologi Reproduksi RSIAl Limijati, Dian Tjahyadi, PERFITRI, organisasi induk teknologi reproduksi berbantu di Indonesia, merilis bahwa populasi infertilitas terjadi pada 10 persen dari populasi usia reproduktif.
Indonesia yang berpenduduk 257,9 juta jiwa memiliki penduduk usia reproduktif sebesar 75,7 juta jiwa, sehingga diperkirakan terdapat sekitar 7,5 juta penduduk usia reproduktif yang mengalami infertilitas dan memerlukan pertolongan.
Di Jawa Barat, populasi infertil diperkirakan sebesar 1,3 juta jiwa.
"Sementara di kota Bandung dengan penduduk usia reproduktif sebesar 1,1 juta jiwa diperkirakan terdapat 110.000 jiwa yang mengalami infertilitas. Membantu penduduk usia reproduktif yang mengalami infertilitas, diperlukan fasilitas yang menyediakan layanan secara komprehesif," kata Dian usai meresmikan Fertility Center RSIA Limijati, Kota Bandung, Sabtu (22/7/2017) petang.
Menurut Dian, umumnya, masyarakat menilai bahwa teknologi reproduksi berbantu membutuhkan biaya yang mahal.
Beda Banget! Potret Nita Thalia Sebelum dan Sesudah Oplas, Benarkah Habiskan Uang Rp 1 Miliar? https://t.co/ZuL82Aj3ar via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 22, 2017
Memahami kebutuhan masyarakat terhadap teknologi tersebut, Bandung Fertility Center RSIA Limijati menyediakan paket bayi tabung yang terjangkau mulai dari Rp 37.500.000 dengan stimulasi ovarium dosis penuh.
Sejauh ini telah lahir kurang lebih 80 bayi tabung, dan ratusan bayi dari inseminasi intrauterin.
Anak-anak tersebut telah diamati perkembangannya oleh tim tumbuh kembang RSIA Limijati dan didapati bahwa mereka tumbuh dan berkembang seperti anak yang dikandung dengan proses alami. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ruangan-fertility-center-di-rsia-limijati-kota-bandung_20170722_204512.jpg)