Ini Tindakan yang Harus Dilakukan Sekolah Terhadap Pembully
Bullying yang kembali ramai diperbincangkan beberapa hari kebelakang karena video pembullyan di Universitas Gunadarma terhadap . . .
Penulis: Ferry Fadhlurrahman | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferry Fadhlurrahman
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Penindakan terhadap pelaku bullying diharapkan dapat memberikan sanksi yang tegas dan berat agar dapat menimbulkan efek jera.
Hali itu dikatakan Dr Ihsana Sabriani Burualogo, Kepala Program Magister Psikologi Profesi Universitas Islam Bandung kepada Tribun Jabar, Rabu (19/7/2017).
Bullying yang kembali ramai diperbincangkan beberapa hari kebelakang karena video pembullyan di Universitas Gunadarma terhadap mahasiswa difabel di Depok dan peraliku agresif siswi SMP terhadap temannya di Jakarta.
Masih Ingat Debo Idola Cilik? Dulu Imut, Kini Penampilannya Bisa Bikin Jatuh Cinta Kaum Hawa https://t.co/gaDHePfDaC via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 19, 2017
Perilaku tersebut, kata Ihsana, dinilai perilaku yang tidak layak dilakukan, dan pelakunya harus diberikan hukuman yang berat.
"Sekolah kalau memecat siswa pun nggak apa-apa, agar pelaku bullying lebih memikirkan masa depannya bagaimana dan ada efek jera" katanya.
Hukuman berupa pemecatan tersebut diprediksi akan menimbulkan rasa sesal dan jera dari pelaku hingga akhirnya tidak akan mengulangi hal yang sama lagi.
"Nanti dia berpikir, nanti masa depannya seperti apa, pergi ke sekolah manapun agak susah soalnya sudah mendapat blacklist jadi pelaku benar-benar memikirkan apa konsekuensi dari perilakunya," ujarnya.
Namun, Ihsana juga tidak menampik akan kemungkinan buruk akan pemecatan siswa dari sekolah. Kemungkinan siswa akan merasa ditinggalkan dan juga malah memperparah perilaku tersebut.
"Iya itu bisa terjadi," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/dr-ihsana-sabriani-borualogo-kepala-program-magister-psikologi-universitas-islam-bandung_20170720_072651.jpg)