Minggu, 26 April 2026

Longsor Besar di Cisarua

Kesaksian Warga Cisarua: Suara Gemuruh Longsor Terdengar Seperti Pesawat Lewat

Kejadian mengerikan itu datang tanpa memberikan tanda-tanda. Hanya ada sebuah suara gemuruh yang begitu kencang.

|
Tribun Jabar/Adi Ramadhan Pratama
Eneng Rohaeni (38), salah satu warga Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memberikan kesaksiannya soal longsor di desanya, Sabtu (24/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Warga Kampung Pasir Kuda, Eneng Rohaeni (38), mengungkapkan bahwa bencana longsor di Desa Pasirlangu terjadi dalam dua fase dimulai sekitar pukul 03.00 WIB dengan suara gemuruh yang menyerupai pesawat terbang. 
  • Longsoran kedua yang terjadi 30 menit kemudian menjadi yang paling mematikan karena langsung menimbun warga yang tak sempat menyelamatkan diri. 
  • Saat ini, warga di Kampung Pasir Kuda dan Pasir Kuning dalam status 'Siaga 1'.

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Rasa trauma masih menyelimuti warga Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, setelah peristiwa tanah longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari tadi.

Kejadian mengerikan itu datang tanpa memberikan tanda-tanda. Hanya ada sebuah suara gemuruh yang begitu kencang hingga membuat sebagian warga terbangun dari tidur pulasnya.

Eneng Rohaeni (38), salah satu warga setempat yang rumahnya tak jauh dari lokasi menuturkan, peristwa itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, suasana masih sunyi ketika tiba-tiba suara gemuruh datang.

"Jadi ada dua kejadian longsor dulu. Ada suara gemuruh di kejadian pertama seperti pesawat. 30 menit setelahnya ada suara kayak jatuh, gebruk, itu kejadian kedua," ujarnya kepada Tribun Jabar, Sabtu (24/1/2026).

EVAKUASI Satu jenazah korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berhasil ditemukan pada Sabtu (24/1/2026). Tribun Jabar / Adi Ramadhan Pratama.
EVAKUASI Satu jenazah korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berhasil ditemukan pada Sabtu (24/1/2026). Tribun Jabar / Adi Ramadhan Pratama. (Tribun Jabar/Adi Ramadhan Pratama)

Setelah suara itu terjadi, kata Eneng, jeritan hingga teriakanan minta tolong terdengar. Banyak warga yang berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Suara gemuruh terdengar hingga beberapa menit.

"Kejadian pertama itu ada puing-puing, tertahan dulu. Jadi pada masih bisa untuk menyelamatkan diri. Baru yang kedua, itu semua tidak ada yang bisa menyelamatkan diri," katanya.

Setelah kejadian tersebut, Eneng mengaku dirinya masih sangat takut untuk berdiam di dalam rumah. Meski rumahnya tidak terdampak langsung, Eneng bersama warga lainnya memutuskan untuk mengungsi.

"Kata pihak desa harus mengungsi dulu, siaga 1. Katanya takut ada longsor susulanan. Soalnya ini dua Kampung Pasir Kuda sama Pasir Kuning. Saya ngungsi ke rumah saudara," ucapnya.

Di tengah duka yang mendalam ini, Eneng hanya berharap kepada pemerintah untuk dapat hadir membantu para korban. Menurutnya, para korban dan juga keluarga harus menjadi prioritas.

"Kalau harapannyan mudah-mudahan ada santunan buat korban yang meninggal. Juga kasian apalagi saudara jauh, rumah habis, kasian. Mudah-mudahan ada bantuan untuk keluarga korban," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved