Bom Panci
Wakapolda Jabar Ikut Periksa Kamar Teroris di Buah Batu Bandung
Sesampainya di lokasi, Brigjen Pol Bambang Purwanto langsung memeriksa kamar kontrakan tempat terjadinya ledakan bom panci yang terjadi pada Sabtu (8/
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Yulis Tribun Jabar
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) Mabes Polri telah merampungkan identifikasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) meledaknya bom panci di kamar kontrakan milik AW (22) di Kampung Kubang Beureum, Sekajati, Bandung.
Olah TKP berlangsung sekitar berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.50 WIB.
Setelah olah TKP, tim INAFIS membawa barang bukti untuk diteliti serta mengidentifikasi pelaku melalui sidik jari.
Minggu (9/7/2017) siang, Wakapolda Jabar, Brigjen Pol Bambang Purwanto, tiba di lokasi mengenakan kemeja abu-abu, topi biru, dan kacamata hitam.
Sesampainya di lokasi, Brigjen Pol Bambang Purwanto langsung memeriksa kamar kontrakan tempat terjadinya ledakan bom panci yang terjadi pada Sabtu (8/7/2017).
Rumah Tangga Lucky Hakim dan Tiara Dewi Diramal Paranormal Ini, Pernyataannya Bikin Kaget! https://t.co/LGaGk2i8g1 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 9, 2017
Brigjen Pol Bambang Purwanto pun memberikan keterangan kepada wartawan di lokasi tersebut.
"Barusan kami sudah memisahkan barang bukti yang terkait dengan peledakan bomnya dan barang bukti yang terkait dengan proses pembuatannya." ujarnya.
Ia menambahkan, dari barang bukti tersebut akan digabungkan dengan hasil interogasi.
Tim dari Polda Jabar dan Densus 88 sudah melakukan pengolahan hasil interogasi dan bukti dari TKP sejak tadi malam.
Brigjen Pol Bambang Purwanto juga mengatakan jika pelaku AW atau Agus Wiguna merupakan mahasiswa dari perguruan tinggi swasta di Bandung.
Sehari-hari ia berjualan bakso dan mengetahui cara perakitan bom dari internet.
Tak Pernah Diekspos ke Publik, Inilah Sosok Putri Lucky Hakim yang Beranjak Remaja https://t.co/11oyfpJEMg via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 9, 2017
Dijemput
Adin (42) merupakan satu di antara beberapa saksi dalam peristiwa meledaknya bom panci di kamar kontrakan pelaku bernama AW (21), di Kubang Beureum, Jalan Cidurian Selatan, Sekejati, Bandung.
Saat bom tersebut meledak, Adin sedang berada di rumahnya, di Kubang Beureum, RT 07, RW 11, Sekejati, Bandung.
Adin mengaku kaget saat mendengar suara keras tersebut dan mendengar kabar bahwa yang meledak adalah alat penanak nasi otomatis.
Lalu, ia langsung menuju ke lokasi suara ledakan.
Di lokasi, sudah ada beberapa warga yang mengerumuni kamar kontrakan yang meledak tersebut.
"Di lokasi ada asap. Kami semua kebingungan," ujar Adin, kepada Tribun Jabar.
Akhirnya, ada beberapa warga yang mendobrak pintu kamar yang ditempati oleh AW tersebut.
Masmun (73) satu di antara beberapa warga yang ikut mendobrak pintu kamar mengaku kaget saat melihat di dinding kamar ada tulisan tentang jihad.
Akhirnya, Adin (42) berinisiatif untuk menjemput pemilik kamar yang tidak lain adalah AW.
Adin kembali ke rumah dan membawa motor.
Beruntung, sesampainya di jembatan Cidurian menggunakan motor yang dikendarainya, Adin berhasil menemui Agus Wiguna yang sedang mendorong gerobak baksonya.
Adin langsung mengatakan kepada AW jika kamar kontrakannya meledak.
Namun, Agus Wiguna mengatakan bahwa hal tersebut bohong.
Sempat Diremehkan Mulan Jameela, Alumnus Unpad Ini Buktikan Dirinya Genius dalam Bermusik https://t.co/2WH3ec6HJY via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 9, 2017
Agus Wiguna tetap tidak panik dan mendorong gerobak baksonya secara pelan.
Namun di tengah jalan, Agus Wiguna dijemput oleh pihak kemanan dari Kampung Kubang Beureum dan dibawa ke kantor polisi terdekat.
Jadi, Agus Wiguna belum sempat melihat kamar kontrakannya yang berantakan karena bom panci rakitannya meledak.
Jualan Bakso
Agus Wiguna yang diduga kuat sebagai pelaku dan pemilik bom panci, sedang berjualan bakso ketika bom yang dirakitnya meledak.
Diduga, Agus Wiguna salah mengatur waktu bom. Bom tersebut rencananya diledakkan pada Jumat, 17 Juli 2017.
Namun bom panci tersebut meledak pada Sabtu, 8 Juli 2017 sekitar pukul 15.30 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Jabar, bom berjenis panci itu meledak di rumah kontrakan yang ditempati Agus Wiguna yang berada di Kampung Kubang bereum Rt 7 Rw 11, Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung.
Saat bom meledak, saksi Ridwan yang tinggal di sebelah kamar kontrakan berada di kamar.
Suaranya cukup keras dan Ridwan sempat melihat ada api membumbung dari kamar yang ditempati Agus Wiguna.
Saksi lain bernama Endang Ii, yang berada di sekitar kontrakan tersebut, mengaku melihat kontrakan terlihat penuh asap.
Ia langsung mendobrak pintu kamar kontrakan yang ditempati Agus Wiguna.
Begitu pintu kamar terbuka, Endang melihat kamar hancur berantakan. Saksi Endang melihat benda yang tidak wajar lalu menghubungi petugas kepolisian.
Saksi lain bernama Adin, yang juga tinggal di kawasan kontrakan milik Ibu Epon, mencoba menjemput Agus Wiguna.
Ketika itu Agus Wiguna sedang berjualan bakso goreng atau Basmut.
"Saksi Adin bertemu saudara Agus Wiguna di wilayah Cidurian sedang berjualan, lalu Agus di ajak ke TKP. Namun pengurus RW bernama Ajid berinisiatif membawa Agus ke sekretariat RT.007," jelas sumber Tribun Jabar.
Dari data yang diperoleh dari petugas keamanan, diduga ledakan terjadi karena kesalahan pengaturan waktu.
"Adapun indikasi ledakan dimungkinkan karena kesalahan timing pemicu! Demikian perkiraan sementara!
Saat ini dalam proses penyelidikan," demikian data yang dihimpun Tribun Jabar.
Saat ini Pelaku peledakan bom bernama Agus Wiguna kini telah diamankan pihak kepolisian.
Dari hasil pemeriksaan sementara, pria kelahiran Garut, 30 Agustus 1995 ini hendak meledakkan bom di tiga lokasi yakni Kafe Bali di Jalan Braga, Gereja di Buah Batu dan Rumah Makan Celengan di Astana Anyar.
Dari informasi yang dihimpun Tribun Jabar, Agus Wiguna hendak meledakkan bom pada hari Jumat, 16 Juli 2017 di Kafe Bali, Jalan Braga, Kota Bandung.
"Rencananya, bom di ledakan pada malam hari. Terduga rencana berangkat ke TKP peledakan menggunakan angkot dengan bom rakitan di masukan ke dalam ransel," jelas sumber Tribun Jabar.
Rencana di lokasi yakni Cafe Bali, pelaku akan menyimpan ransel pada malam hari dengan melihat situasi dan kondisi di sekitar sepi.
Selanjutnya bom tersebut akan di letakkan di tong sampah sekitar kafe dengan alat pemicu menggunakan benang di bentangkan yang bertujuan apabila benang tersebut tersandung kaki,maka bom tersebut akan meledak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/wakapolda-jabar-brigjen-pol-bambang-purwanto_20170709_153626.jpg)