Jumat, 15 Mei 2026

Tribun Health

Mengenal Tindakan Induksi Pada Proses Persalinan, Wanita Hamil Wajib Baca!

Prosedur ini tidak dapat dilakukan sembarangan karena mengandung lebih banyak risiko dibandingkan persalinan normal.

Tayang:
Penulis: Fauzie Pradita Abbas | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Hipwee
Ilustrasi 

Sebelum menjalani induksi, dokter akan menjalankan penyapuan membran atau penyapuan leher rahim untuk memicu proses persalinan.

Cara ini dilakukan dokter atau bidan dengan menyapukan jari mereka di sekeliling leher rahim untuk memisahkan lapisan kantung ketuban dengan leher rahim.

Saat pemisahan, terjadi pelepasan hormon prostaglandin yang berperan memicu persalinan.

Umumnya proses ini dapat membuat Anda merasa tidak nyaman dan menyebabkan sedikit pendarahan.

Jika pengelupasan membran tidak berhasil memicu persalinan, maka dokter akan menawarkan opsi induksi.

Proses tersebut dijalankan dengan mekanisme sebagai berikut:

-Gel, atau pessary (seperti tablet) akan dimasukkan ke vagina untuk memicu kontraksi.

-Perlu waktu 1 hari bagi pessary untuk dapat bereaksi.

Jika tidak terjadi kontraksi hingga 1 hari kemudian, dokter mungkin akan menawari Anda pessary atau gel berikutnya.

Setelah kontraksi terjadi, persalinan dapat dilakukan secara normal. Namun ada kalanya dibutuhkan infus hormon untuk mempercepat persalinan.

Mematangkan leher rahim

Dilakukan dengan mengonsumsi hormon prostaglandin sintetis melalui mulut atau meletakkannya di dalam vagina. Pada kasus lain, kateter dengan balon kecil dapat juga digunakan dengan cara dimasukkan melewati bukaan serviks.

Memecahkan air ketuban

Proses ini dilakukan jika kepala bayi telah sampai pada panggul bawah dan leher rahim telah setengah terbuka.

Detak jantung bayi Anda akan terus dimonitor sebelum dan sesudah prosedur.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved