Jumat, 15 Mei 2026

Gadis Ini Tidak Bisa Menutup Mata Seumur Hidup, Kisah di baliknya Memilukan

Seorang gadis berusah 18 tahun tidak bisa menutup matanya seumur hidup dan tidak bisa mengeluarkan keringat karena hal ini.

Tayang:
Editor: Amalia Qisthyana Amsha
Tribunstyle
Hunter Steinitz 

TRIBUNJABAR.CO.ID - Seorang remaja perempuan terlahir dengan kondisi kulit langka yang membuatnya sering dikira sebagai korban luka bakar.

Melansir Daily Mail, Hunter Steinitz memiliki kelainan yang disebut harlequin ichthyosis.

Kelainan ini menunjukkan kulitnya amat tebal sehingga ia memiliki tambalan kering di seluruh tubuhnya.

Hunter tidak bisa menutup matanya, menggunakan wig karena kantung rambutnya tertutup oleh kulitnya.

Baca: Para Sopir Bus Ini Pakai Rok Saat Bekerja, Alasannya Bikin Heran!

Gadis 18 tahun ini juga beresiko dehidrasi karena ia tidak bisa mengeluarkan keringat.

Kondisi ini juga membatasi pergerakan Hunter, kulitnya yang tebal membuatnya tak bisa melenturkan jari-jari.

Dulunya, banyak pasien dengan harlequin ichthyosis tidak bisa bertahan hidup di satu tahun pertama karena mereka kehilangan lemak penting di kulit yang melindungi tubuh dari bakteri dan kontaminasi.

"Kulitku tidak mengandung pelembab yang dimiliki orang lain di antara sel-sel kulit mereka," ungkap gadis asal Pittsburgh, USA ini.

Hunter Steinitz
Hunter Steinitz (dailymail.co.uk)

Saat ini, meningkatkan kepedulian tentang cara menjaga kondisi kulit membantu orang-orang seperti Hunter untuk bisa hidup lebih lama.

Dengan saran dari dokter, Hunter mulai harinya dengan perawatan kulit yang lama.

Hunter bisa mandi dengan amat lama, hingga 2 jam, agar bisa menyerap sebanyak mungkin pelembab dalam kulitnya.

Ia kemudian memakai banyak lotion dan minyak, yang ia pakai berulang-ulang dalam sehari.

Baca: 4 Fakta Menarik Putri Susi Pudjiastuti, Cantiknya Bikin Kaum Adam Meleleh!

Tak hanya kesulitan pada kondisi fisiknya, Hunter juga kerap di-bully oleh orang-orang yang ia temui.

"Orang-orang merasa tak suka jika aku menyentuh mereka," ujar Hunter.

Untuk mencegah pembullyan, Hunter sering berbicara lantang di kelasnya, "Hei dengarkan, aku punya kondisi kulit seperti ini, kalian tidak bisa ketularan."

Baca: Tren Menggelapkan Kulit Pakai Coca Cola, Ini Efeknya Bagi Kesehatan

Meskipun ada beberapa teman yang tersentuh dengan keberaniannya itu, tapi pembullyan masih saja datang.

Namun, sang ayah, Mark (58), yang bekerja sebagai pekerja restoran, menyemangati Hunter agar jangan menyerah.

Akhirnya, Hunter mulai menerima tubuhnya, sadar bahwa kondisi tersebut membuatnya unik dan membantunya untuk lebih kuat. (TribunStyle.com/Tiara Shelavie)

Hunter dan Sang Ayah
Hunter dan Sang Ayah (dailymail.co.uk)
Sumber: TribunStyle.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved