Jejak Penyebar Islam di Sumedang: Pangeran Santri Sebarkan Agama dengan Pendekatan Budaya

Selain itu, terang dia, sebagai seorang ulama, Pangeran Santri juga membawa para santri sampai ustad untuk menyebarkan Islam.

Jejak Penyebar Islam di Sumedang: Pangeran Santri Sebarkan Agama dengan Pendekatan Budaya
deddi rustandi/tribun jabar
MaSJID TEGALKALONG : Masjid Besar Tegalkalong menjadi masjid tertua yang ada di Sumedang dibangun tahun 1600-an setelah ibukota Sumedanglarang pindah ke Tegalkalong setelah sebelumnya dari Dayeuhluhur. 

"Ada akulturasi budaya sehingga Islam bisa menyebar di tanah Sumedanglarang,” katanya.

Selain itu, terang dia, sebagai seorang ulama, Pangeran Santri juga membawa para santri sampai ustad untuk menyebarkan Islam.

"Jadi walaupun sudah menjadi suami dari ratu Sumedanglarang atau sudah jadi pemimpin Sumedang, Pangeran Santri menyebarkan Islam tidak terbuka tapi melalui pendekatan adat dan budaya setempat,” katanya.

Menurutnya, penyebaran agama Islam di Sumedang meneruskan gaya penyebaran Islam yang dilakukan sembilan sunan.

"Apalagi Pangeran Santri ini masih ada keturunan dari Sunan Gunung Jati sehingga metode penyebaran Islam seperti yang dilakukan para sunan," katanya.

Disebutkan para ustad dan santrinya datang ke satu wilayah yang sedang menggelar tradisi adat budaya. "Saat itulah diselipkan dan dibacakan Al Quran dalam pupuh magatruh. Lambat laun warga tertarik dan masuk Islam,” katanya.

Pusat kerajaan juga dipindahkan dari Ciguling di pinggir jalan raya Sumedang-Bandung ke Kutamaya, di pinggir Sungai Cipeles, Desa Padasuka saat ini.

Pernikahan Ratu Pucuk Umum dengan Pangeran Santri membuahkan enam anak yang menjadi puncak silsilah raja Sumedanglarang.

Putra pertamanya, Raden Angkawijaya yang bergelar Prabu Geusan Ulun menjadi Raja Sumedanglarang dan sempat belajar agama ke Cirebon yang merupakan daerah asal ayahnya, Pangeran Santri.

Ibukota Sumedanglarang pindah dari Kutamaya ke Dayeuhluhur kemudian ke Tegalkalong. Baru di Tegalkalong ini dibangun masjid yang kini dikenal dengan nama Mesjid Tegalkalong.

Halaman
1234
document.addEventListener("DOMContentLoaded", function(event){ var cekclassread = document.getElementsByClassName("txt-article")[0]; if(cekclassread != undefined){ var content = document.getElementsByClassName("txt-article")[0].innerText; var gpt_safe = content.match(/\b(ak47|al jazeera|al qaeda|allah|Assad|bahan kimia|bencana|boikot|corona|covid-19|fatal|ganti rugi|gejala|gugur|hoax|hukuman|jokowi|kecelakaan|kejadian|keras|komplain|Kondom|kontroversi|korban|kriminal|palsu|pembunuhan|pemerkosaan|penyakit|peristiwa|pidana|polisi|porno|prabowo|racun|rasis|rasisme|seks|tersangka|viral|virus)\b/i); if(gpt_safe){ safe = 'no'; } else{ safe = 'yes'; } var keyword1 = content.match(/\b(virus|corona|pneumonia|paru-paru|karantina|demam|wabah|sesak napas|Wuhan|sesak dada|rs darurat|epidemic|pandemic|status darurat|SARS|corona virus|jangkit|covid|batuk|covid-19|MERS|penyebaran|penularan|patogen|CoV|Viruses|Korona|nCOV|isolasi diri|masker|terinfeksi|infeksi|mati|kematian|positif corona|lockdown|orang dalam pemantauan (ODP)|pasien dalam pengawasan (PDP)|suspect|sakit tenggorokan)\b/i); if (keyword1) { keyword_targetting1 = 'yes';} else { keyword_targetting1 = 'no';} }else{ safe = 'yes'; keyword_targetting1 = 'no'; } console.log('safe_branding =' + safe); googletag.pubads().setTargeting('safe_branding', safe); console.log('keyword_targetting1 =' + keyword_targetting1); googletag.pubads().setTargeting('keyword_targetting1', keyword_targetting1); });
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved