Sorot

Inspirasi dari Puntang

Bagi para petani, reforestasi bukanlah gaya-gayaan, bukan juga tren, apalagi proyek. Bagi mereka ini adalah bentuk terimakasih kepada alam

Inspirasi dari Puntang
Dokumentasi
Arief Permadi 

Oleh Arief Permadi

JIKA tak menyaksikannya sendiri, sulit juga membayangkan, bagaimana seribuan orang bisa begitu bersemangatnya mendaki Gunung Puntang di Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, sambil membawa bibit-bibit pohon untuk mereka tanam. Terjalnya lintasan tak mereka hiraukan. Bahkan, alih-alih mengeluh, sebagian perserta malah kerap terlihat tertawa.

Acara reforestasi yang digagas paguyuban petani kopi Sunda Hejo di Puntang, pekan lalu ini memang berbeda dibanding acara serupa yang selama ini kerap digelar. Bukan saja karena penyelenggaranya adalah para petani, tapi juga karena kemasannya yang luarbiasa.

Selain diisi dengan acara penanaman, gelaran hari itu juga dipadu dengan aneka hiburan, makan bersama, dan uji cita rasa kopi yang melibatkan hampir semua peserta, Dan, yang menakjubkan, meski acaranya begitu ramai dan melibatkan lebih dari seribuan orang, acara ini sama sekali tak menyisakan sampah, apalagi sampah plastik.

Bagi para petani, reforestasi bukanlah gaya-gayaan, bukan juga tren, apalagi "proyek". Bagi mereka ini adalah ungkapan "mulang tarima ka alam", ungkapan terima kasih kepada alam yang selama ini telah memberi mereka "kehidupan".

Ketulusan inilah yang kemudian menggugah ratusan orang lainnya dari berbagai profesi dan berbagai kota untuk juga ikut serta. Sebagian yang datang dari tempat yang jauh bahkan rela bermalam dan mendirikan tenda. Dengan begitu mereka tak akan tertinggal. Waktu penanaman memang pagi-pagi.

Hal lain yang juga berbeda adalah doa yang menyertai setiap pohon endemik yang ditanam. Setiap peserta menuliskan doanya pada plang karton penanda yang mereka bawa. Ritual ini, meski begitu sederhana, terasa sangat bermakna.

Ada kelegaan dan suka cita yang terpancar dari sorot mata para peserta saat kembali turun setelah menanam. Dan, benar, ketulusan itu menular. Sungguh sangat membekas.

Ada 2.000-an pohon yang berhasil mereka tanam hari itu, melengkapi 8.000-an lain yang juga mereka tanam di Gunung Puntang sepanjang tahun ini.

Selain rasamala, surian, kibeureum, kihujan, manglid, dan albasia, ada juga pohon buah-buahan yang ikut ditanam. Mulai dari apukat, nangka hingga duren.

Menurut Eko Purnomowidi (48), ahli kopi yang sejak bertahun-tahun ini ikut membina para petani di Puntang, semua pohon yang ditanam itu tercatat dan bisa dilihat pertumbuhannya secara berkala.

Kini, reforestasi yang sudah dimulai sejak delapan tahunan lalu itu sudah mulai terlihat. Paras Puntang yang sempat pucat akibat penebangan dan alih fungsi lahan secara tak seharusnya mulai kembali berseri.

Kita berharap semangat ini berlanjut. Dan, bukan hanya di Puntang.

Salam lestari. (*)

Penulis: Arief Permadi
Editor: Arief Permadi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved