Sorot

Lokasi Ideal

MELIHAT lokasinya, sebuah kolam atau keramba jaring apung (KJA), memang berada di tengah- tengah danau atau waduk yang . . .

Lokasi Ideal
DOKUMENTASI TRIBUN JABAR
Dedy Herdiana, Wartawan Tribun Jabar 

Oleh: Dedy Herdiana, Wartawan Tribun Jabar

MELIHAT lokasinya, sebuah kolam atau keramba jaring apung (KJA), memang berada di tengah- tengah danau atau waduk yang jauh dari permukiman. Sementara di KJA itu biasanya pencari ikan juga membuat bedeng atau rumah sederhana untuk beristirahat, agar tidak perlu setiap hari pulang ke rumah yang ada di daratan. Karenanya, jika pendataan dan pengawasan terhadap warga yang biasa tinggal di KJA tidak ketat, lokasi itu akan menjadi tempat persembunyian yang ideal selain di hutan-hutan yang jarang terjamah manusia.

Secara kebetulan, Minggu (25/12), Detasemen Khusus (Densus) 88 berhasil menyergap empat orang yang diduga teroris di rumah yang berlokasi di KJA Bendungan Ir H Juanda atau Jatiluhur. Dalam penyergapan itu dikutip Tribunjabar.co.id, sempat terjadi baku tembak dan dikabarkan polisi berhasil menembak dua dari empat terduga teroris.

Ini menunjukkan kawasan tersebut memang menjadi satu di antara lokasi ideal untuk persembunyian. Terlebih bagi mereka yang ingin aktivitasnya tidak terpantau aparat pemerintahan. Namun untungnya, petugas keamanan negeri ini dan masyarakat di sekitar lokasi masih memiliki kepekaan dan kerjasama yang baik sehingga bisa meringkus orang-orang yang diduga sebagai teroris yang tinggal di rumah KJA.

Sebelumnya, juga secara kebetulan, Pemerintah Kabupaten Purwakarta dan Perum Jasa Tirta II Jatiluhur pengelola Bendungan Ir H Juanda sibuk menertibkan warga yang mengelola KJA. Pada awal tahun pun Pemkab Purwakarta, Kodim 0619, dan Polres Purwakarta telah membersihkan ribuan petak KJA, karena jumlah KJA yang ada sudah lebih dari kebijakan yang diberikan PJT II Jatiluhur, yakni 4.000 petak KJA. PJT II Jatiluhur menyebutkan hingga sekarang ini jumlah KJA mencapai sekitar 25.000 petak.

"Kami dari pemerintah ingin Bendungan Jatiluhur ini justru zero KJA alias tidak memfasilitasi lagi usaha KJA," ujar Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, saat menghadiri acara Go Green Eco Tourism Great Indonesia Save Earth, di Istora Jatiluhur, dikutip dari Tribunjabar.co.id, Senin (19/12).

Dedi juga mengatakan adanya kebijakan meminimalisasi jumlah KJA yang dibolehkan, merupakan kebijakan yang sulit yang sulit dalam merealisasikannya. "Kalau diminimal-minimalkan, ujung-ujungnya nambah terus, dan akan jadi masalah terus-menerus. Sedangkan semua pihak justru menginginkan bendungan ini masih bermanfaat untuk generasi kita kelak," ujar Dedi.

Upaya pemerintah setempat dalam melakukan pengawasan kawasan Waduk Jatiluhur yang harus bertabrakan dengan mata pencaharian sebagian warga itu terlihat sudah baik. Namun, karena kurang ketat dan tegasnya pengawasan di lapangan, akhirnya KJA juga menjadi tempat pilihan orang-orang terduga teroris.

Selain sebagai lokasi ideal untuk sembunyi, KJA yang berada di kawasan bendungan terbesar di Indonesia, bila dikaitkan dengan teroris juga bisa menjadi lokasi sasaran ideal. Dikutip Wikipedia, waduk yang luasnya 8.300 hektare itu mampu menampung 12,9 miliar kubik per tahun dan menghasilkan tenaga listrik rata-rata 1.000 juta Kwh per tahun. Selain itu air waduk ini bisa mengalirkan air ke rigasi untuk 242.000 hektare sawah, bahan baku air minum, budi daya perikanan dan pengendali banjir.

Kapolda Jabar, Irjen Pol Anton Charliyan pun mengaku kaget adanya terduga teroris di kawasan itu. "Ini masih dalam penyelidikan. Apakah ini (Waduk Jatiluhur) tempat sembunyi atau sasaran? Karenanya kami bersyukur, mereka sudah berhasil dilumpuhkan," kata Kapolda seperti dikutip Tribunjabar.co.id. Semoga, pemerintah semakin solid bersama masyarakat dalam menghalau segala ancaman terorisme di negeri tercinta ini.

Pemerintah dibantu masyarakat juga diharapkan mampu menjaga semua fasilitas vital di negeri ini dan mengawasi kawasan-kawasan yang menjadi lokasi ideal untuk sembunyi para terduga teroris. (*)

Naskah ini juga bisa Anda baca di Koran Tribun Jabar, edisi Senin (26/12/2016).

Penulis: Dedy Herdiana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved