Menghindari Lubang

ANTRE itu lama, mengesalkan, dan butuh pengorbanan perasaan. Antrean biasanya terjadi di mana-mana.

Menghindari Lubang

ANTRE itu lama, mengesalkan, dan butuh pengorbanan perasaan. Antrean biasanya terjadi di mana-mana. Tengok saja di kantor layanan publik saat mau daftar atau ada perubahan data, di bank saat mau setor atau mau mengambil uang, di rumah sakit saat mau berobat jalan, di tiket boks ketika akan membeli tiket, dan jangan lupa di jalan pun antrean kerap terlihat.

Antre mengantre sudah lama terjadi. Yang mungkin antrenya tidak separah sekarang adalah kemacetan di jalan. Jalanan yang ada sepertinya lambat laun sudah tak mampu lagi menampung kendaraan yang semakin banyak.
Seperti halnya antre di tempat layanan publik, antre di jalanan pun tak bisa dihindari. Sekarang sulit mencari jalan alternatif yang lowong. Ke mana-mana macet. Bahkan jalan ke perumahan-perumahan sudah mulai mengalami kemacetan. Warga yang tak mau kawasannya terimbas kemacetan memortal akses ke sana.

Kemacetan di jalan biasanya terjadi saat dekat persimpangan jalan yang ada rambu setopan atau dekat dengan tempat keramaian. Kesabaran sangat dibutuhkan apalagi kalau kemacetan itu sudah mencapai kiloan meter.

Kemacetan di dekat persimpangan atau lampu setopan sudah dianggap biasa. Namun kemacetan karena jalannya bolong rasanya luar biasa. Kemacetan itu terjadi karena semua kendaraan memelankan lajunya untuk melewati lubang-lubang di jalan. Mereka pasti tidak mau risiko mobilnya akan rusak karena jalan yang berlobang.

Lubang-lubang jalan itu di antaranya bisa terlihat di sepanjang Jalan Terusan Bojongsoang. Setiap pagi kendaraan harus rela antre karena lubang-lubang yang menganga di jembatan di daerah Cijagra. Padahal jalan itu dan lubangnya belum lama diperbaiki.

Lubang lainnya di kawasan tersebut ada di depan Toserba Borma. Untungnya warga setempat secara swadaya telah menutup lubang itu dengan tanah. Hal yang sama terjadi di dekat simpang Siliwangi, Baleendah, depan Apotek 24 Jam, lubang-lubang itu ditutup berangkal oleh warga setempat.

Antrean karena lubang juga kerap terjadi di Jalan Mohamad Toha dekat pabrik cokelat Ceres. Lubang-lubang itu memaksa kendaraan harus pelan lajunya untuk menghindari kemacetan. Bahayanya kalau hujan turun, lubang-lubang itu tertutup oleh air. Beberapa bulan ke belakang lubang-lubang itu sebetulnya telah diperbaiki. Namun, sekarang lubang-lubang itu terlihat lagi.

Untuk mengatasi antrean di layanan publik sebetulnya sejak lama sudah ada solusi. Para penyelenggara layanan publik telah membuat sistem antrean melalui digital seperti SMS, aplikasi android, atau lainnya. Kalau pun tetap terjadi antrean bisa jadi karena warga tidak menggunakan fasilitas tersebut.

Nah kalau antre di jalan berlubang tidak ada solusi lain, lubang-lubang itu harus dirapikan. Jangan asal tambal dan jangan belum apa-apa sudah rusak lagi. Kenyamanan berkendara di jalan adalah hak warga bangsa ini karena mereka telah membayar pajak. Jadi tak ada alasan untuk menunda-nunda memperbaiki. (*)

Penulis: Januar Pribadi Hamel
Editor: Ferri Amiril Mukminin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved