Sorot

Hanya Bisa Geleng-geleng

PULUHAN murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cipelah, Cianjur, belajar di ruangan yang rusak.

Hanya Bisa Geleng-geleng
ISTIMEWA DOKUMENTASI PRIBADI FACEBOOK
Agung Yulianto Wibowo, Wartawan Tribun Jabar 

Oleh: Agung Yulianto Wibowo, Wartawan Tribun Jabar

PULUHAN murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cipelah, Cianjur, belajar di ruangan yang rusak. Empat ruangan di MI itu tidak layak pakai. Sebagian besar atapnya tanpa genting dan nyaris roboh. Tidak ada langit-langit, dinding-dindingnya penuh retakan dan rapuh jika disentuh. Semua kaca jendela pecah.

Kondisi ini bukan hanya setahun atau dua tahun. Namun, sejak 2005 atau selama 11 tahun! Setiap hari, murid kelas V takut kalau hujan dan atapnya roboh. "Kasihan teman-teman yang belajar di tempat jelek. Apalagi kelas I, harusnya di tempat bagus," ujar Annisa Nur Hikmatun Jamilah, seorang murid kelas VI.

Menurut Aisyah, Kepala MI Cipelah, hingga kini belum ada perbaikan bangunan yang berdiri pada 1958.

Dari keempat ruang kelas, yang yang masing-masing berukuran 6x5 meter, dua di antaranya tidak dipakai lagi. Dua ruangan lainnya terpaksa dipakai karena pihak sekolah tak punya tempat lain untuk belajar.

"Waktu saya diangkat jadi kepala sekolah, kami bermusyawarah dengan warga untuk memperbaiki bangunan tersebut dan terkumpul uang Rp 2 juta," ujar Aisyah saat ditemui Tribun di MI Cipelah, Kamis (8/12).

Uang Rp 2 juta itu hanya cukup untuk membeli asbes, usuk untuk bubungan, kayu, dan paku. Hasilnya, dua ruang kelas bisa digunakan kembali untuk belajar yang dipakai murid kelas I, murid kelas II, dan kelas V.

Setiap murid duduk di bangku-bangku reyot. Lantai kelas sudah tiada. Yang tersisa hanya tanah yang mengilap karena terus-terusan terinjak. Hasil perbaikan dari swadaya masyarakat itu juga tak membuat bangunan kembali kokoh. Dinding biliknya tetap bolong dan atap yang disangga sebuah bambu tetap rentan roboh.

"Kalau hujan turun, kelas dikosongkan dan murid-murid belajar di teras kantor guru, atau di rumah Bu Eulis, salah satu guru yang tidak jauh dari sekolah, di Kampung Cipelah RT03/08," ujar Aisyah.

Membaca kabar ini, saya hanya bisa geleng-geleng. Ternyata, kisah seperti ini masih berulang. Eksistensi peran pemerintah sangat jelas. Mereka wajib memperhatikan kelayakan infrastruktur pendidikan. Apalagi menyangkut keselamatan para murid.

Halaman
12
Penulis: Agung Yulianto Wibowo
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved