Rabu, 13 Mei 2026

Wisata Jabar

Berkunjung ke Curug Ciharus, Tak Boleh Merokok, Membawa Sampo, Sabun, dan Plastik

TAK sembarang orang bisa mengunjungi Curug Ciharus. Ada hukum adat yang belakangan mulai diberlakukan

Tayang:
Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Dedy Herdiana
jelajahgarut.com
Curug Dano atau Curug Ciharus di Kecamatan Leles, foto Regram dari @topantipin 

Hukum adat yang diterapkan di Dano, menurut Eko, semata-mata untuk menjaga keasrian alam di sana.

"Aturannya macam-macam, mulai dari tak membawa odol, mandi harus tanpa sabun atau sampo, tidak kencing atau buang air di curug, serta tak membawa makanan dan minuman kemasan plastik," ucap Eko.

Ia mengatakan, sampah plastik ini adalah masalah yang belum bisa diselesaikan.

"Makanya kami tak mau yang berkunjung ke Ciharus membawa plastik. Untuk antisipasinya, setiap pengunjung dibatasi 10 orang per kelompok yang akan dipandu oleh satu warga di sini," ujarnya.

Selain itu, kata Eko, para pengunjung hanya diberi waktu 60 menit untuk melihat keindahan curug. Setiap orang juga dilarang merokok di curug. "Tas juga wajib dititipkan di posko. Yang terpenting harus menjaga ucapan dan sikap di area curug," katanya.

Dengan aturan adat itu, Eko berharap kelestarian alam di Ciharus terus terjaga. Masyarakat sekitar juga bisa memetik hasilnya. Sumber air sebagai kebutuhan utama juga tak tercemar.

Sip Air

Selain menjaga dengan hukum adat, warga di Desa Dano juga bersepakat untuk membentuk sip air alias hansip air. Warga dan Karang Taruna Desa Dano akan berpatroli untuk menata kawasan hutan.

"Sip air ini juga akan membersihkan lingkungan dari pupuk kimia dan pestisida, mengembangkan kebun kopi rakyat, mengembalikan budaya buhun pertanian Sunda, dan memelopori makanan lokal," ujar Eko.

Eko menilai makanan lokal sangat perlu dikembangkan. Selain mudah diolah, makanan lokal seperti singkong dan kacang tanah tak akan menimbulkan sampah.

"Daerah ini merupakan sumber air Sungai Cipancar. Jika meracun air di sumbernya, artinya meracun seluruh makhluk hidup di sepanjang aliran sungai," ucapnya. (wij)

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved