Sorot

Oasis Kantor Desa Margahayu Tengah

ADA yang menarik yang sejak dua tahun terakhir dilakukan di Kantor Desa Margahayu Tengah, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung.

Oasis Kantor Desa Margahayu Tengah
dok. pribadi / facebook
Arief Permadi Sorot Selasa 23 Februari 2016. 

Oleh: Arief Permadi,  Wartawan Tribun Jabar

ADA yang menarik yang sejak dua tahun terakhir dilakukan di Kantor Desa Margahayu Tengah, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung. Di sana, cukup berbekal "kartu kuning", warga bisa mengurus berbagai surat, perizinan, dan keperluan administrasi lainnya dengan sangat cepat, gratis, dan penuh senyum. Untuk surat-surat tertentu, pengurusannya bahkan kurang dari lima menit.

Nama resmi "kartu sakti" ini sebenarnya adalah kartu "Tanda Terima Urunan Keluarga". Warga menyebutnya sebagai kartu kuning karena warnanya. Untuk mendapatkan kartu tersebut, warga dikenai iuran Rp 25 ribu per tahun.

Namun, seperti namanya, dana yang terkumpul dari kartu ini sepenuhnya untuk pembangunan desa. Sebagai imbalannya, warga akan mendapatkan berbagai kemudahan dalam pengurusan administrasi di desa.

"Sebenarnya administrasi gratis ini cuma bonusnya. Utamanya, warga mampu berpartisipasi dalam pemangunan. Tahun 2014 dari urunan keluarga ini kami dapat membeli mobil operasional warga, pada 2015 bisa membangun GOR, dan tahun ini untuk rehabilitasi total kantor desa," kata Kepala Desa Margahayu Tengah, Asep Zaenal Mahmud, seperti dimuat di harian ini, Rabu (12/10).

Pelayanan gratis ini diberlakukan bukan hanya untuk permohonan formulir KTP, atau kartu keluarga. Tapi juga surat nikah, surat keterangan usaha, surat serbaguna, surat keterangan kepala desa, surat kelahiran, surat kematian, surat pengantar SKCK, SKTM, surat domisili penduduk, dan lain-lain termasuk surat pindah masuk dan surat pindah keluar. Dengan kartu kuning, surat-surat lainnya seperti surat keterangan belum menikah, juga tak dipungut biaya. Begitu pula SPTB atau pensiunan, dan surat keterangan belum cetak KTP/KK.

Di tengah maraknya suap menyuap dan pungutan liar yang terjadi di hampir semua titik pelayanan publik di Tanah Air, apa yang terjadi di Desa Margahayu Tengah seperti oasis. Ini juga menjadi angin yang menyejukkan di tengah hiruk-pikuknya operasi sapu bersih pungli yang dipicu operasi tangkap tangan di Kemenhub di mana Presiden Joko Widodo turun langsung mengawasinya -- sekaligus mengembalikan kesadaran bahwa orang-orang baik itu masih tersisa di negeri ini.

Bupati Bandung Dadang Naser, mungkin harus datang dan melihat bagaimana keindahan itu ada salah satu desa di kabupaten yang dipimpinnya. Jika berhasil di Margahayu Tengah, ini mungkin juga akan berhasil di desa-desa yang lain.
Sungguh cerita di Desa Margahayu Tengah ini membuat kita berbesar hati. (*)

Naskah ini juga bisa dibaca di Tribun Jabar edisi cetak, Kamis (13/10/2016). Ikuti pula berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.

Penulis: Arief Permadi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved