Sorot
Waspada Luapan Air Sungai
Kabupaten dan kota yang masuk ke dalam wilayah untuk meningkatkan kewaspadaan adalah . . .
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Dedy Herdiana
Oleh: Ferri Amiril M, Wartawan Tribun Jabar
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini untuk mewaspadai cuaca di beberapa wilayah di Jawa Barat. Peringatan dini untuk Selasa (20/9) dikeluarkan BMKG agar masyarakat mewaspadai hujan disertai petir dan angin kencang terutama di wilayah Jabar bagian selatan. Kabupaten dan kota yang masuk ke dalam wilayah untuk meningkatkan kewaspadaan adalah Bogor, Bandung, Tasikmalaya selatan, dan Ciamis.
Di Ciamis hujan lebat telah memicu terjadinya longsor di Blok Nangkot RT 09/03, Dusun/Desa Nasol, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Sabtu (17/9) sekitar pukul 01.00 WIB. Enam rumah warga yang dihuni tujuh kepala keluarga diterjang runtuhan tebing dan genangan lumpur. Tebing yang runtuh setinggi 15 meter dengan panjang 40 meter. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Di Tasikmalaya ratusan rumah di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, terendam banjir, Sabtu (7/9) dini hari, menyusul meluapnya Sungai Cikidang yang melintasi desa itu. Munculnya luapan air sungai sekitar pukul 02.00 sempat membuat warga panik. Ratusan rumah yang dihuni 600 KK terendam. Selain itu, 152 hektare sawah juga terendam. Beruntung dalam peristiwa banjir tersebut tidak ada korban jiwa.
Di Kabupaten Garut, banjir bandang menimpa Desa Karyasari, Kecamatan Cibalong, Sabtu (17/9) dini hari. Curah hujan yang tinggi ditambah air laut yang pasang membuat air meluap ke belasan rumah warga setinggi satu meter. Sebanyak 62 rumah terendam banjir. Air mulai menggenangi rumah warga sejak pukul 01.00 WIB. Penyebabnya karena meluapnya Sungai Cibera setelah hujan deras sejak Jumat malam. Sebanyak 82 kepala keluarga harus diungsikan karena air merendam hingga satu meter.
Jika diperhatikan tiga kabupaten yang terkena cuaca buruk secara bersamaan hampir memiliki kedekatan daerah atau masuk dalam wilayah Priangan Timur. Tiga wilayah tersebut hampir mirip terkena luapan air sungai atau air bah yang menyebabkan banjir dan menggenangi rumah warga.
Data menunjukkan baru kali ini tiga wilayah tersebut terkena musibah secara bersamaan dengan kondisi yang hampir mirip yakni meluapnya air sungai. Tahun-tahun sebelumnya banjir juga sempat terjadi namun tidak dalam waktu yang bersamaan. Permasalahannya adalah meluapnya air sungai karena curah hujan yang sangat tinggi.
Memasuki musim penghujan satu daerah lainnya yang masuk dalam daftar peringatan dini adalah wilayah Bandung Raya yang memiliki aliran Sungai Citarum. Pada puncak musim hujan kemarin, luapan Citarum disebut-sebut menjadi yang terparah dengan area luapan sungai yang semakin besar.
Berbagai upaya sudah dilakukan sejak awal tahun kemarin untuk membahas dan mencari solusi agar luapan Citarum tidak semakin parah. Musim hujan kini datang lebih awal dengan membawa musibah di beberapa tempat di Jabar. Permasalahan Citarum masuk ke dalam ranah nasional yang semakin kompleks. Menuntut semua pihak untuk beraksi langsung tanpa banyak basa-basi karena musim hujan datang lebih awal. (*)
Naskah ini juga bisa dibaca di Tribun Jabar edisi cetak, Selasa (20/9/2016). Ikuti berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ferri-amiril-mukminin-wartawan-tribun-baju-hitam_20160315_090239.jpg)